facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE

Kebenaran agama tidak masuk akal?



Kebenaran agama tidak masuk akal?





CLICK HERE!



  Jika memang kebenaran agama itu tidak masuk akal, maka lebih tidak masuk akal lagi ketika kita memaksakan kebenaran yang kita yakini itu diterima tanpa akal olah orang lain.

 Pernyataan kebenaran pada saat tertentu bisa tidak logis dalam arti, tak ada argumentasi sahih yang selaras dengan klaim kebenaran itu yang kita temukan.

Tetapi, apa yang belum kita temukan itu, tidak berarti tidak ada, hanya saja karena keterbatasan kita  tidak mampu menemukannya. Itulah sebanya pernyataan kebenaran menjadi tidak logis, karena memang belum ditemukan rumusan logis dari kebenaran itu.

Ketika kita berhasil menemukan data-data logis yang menghubungkan klaim kebenaran itu dengan bukti-bukti yang kita susun sebagai argumentasi, maka pernyataan kebenarab itu memiliki rumusan logis.

 Rumusan pernyataan kebenaran itu sejatinya masih perlu mengalami ujian, yaitu ujian dari para pemikiran lain. 

Usaha merumuskan kebenaran bersama tentu saja membutuhkan kerja sama semua pihak. Itulah sebabnya sebuah kebijakan publik tidak boleh dirumuskan oleh kelompok tertentu.

Rumusan kebenaran itu pun perlu mengalami ujian, yaitu ujian dari data yang ditemukan orang lain. Kalau begitu, mengapa kita sulit untuk berbeda, bukankah berbeda tidak identik dengan kompromi?


Dr. Binsar A, Hutabarat


https://www.binsarhutabarat.com/2022/09/kebenaran-agama-tidak-masuk-akal.html

Menulis Pengalaman itu penting!



            CLICK HERE!

Pertama kali mendengar perkataan, apa yang diucapkan akan lenyap, dan apa yang dituliskan akan abadi, perkataan itu langsung saja menyadarkan bahwa saya harus berlatih menulis dan terus menulis jika ingin mengabadikan jejak dan karya yang telah saya ukir.

Sejak itu, saya berjuang untuk terus menulis, untuk mewariskan jejak sejarah perjuangan, bukan sekadar jadi monumen, tapi menghadirkan temuan karya yang terus berkelanjutan. Sebuah monumen yang bisa jadi mercusuar untuk mengawasi hadirnya monumen-monumen baru, tanpa henti.

Jejajk-jejak perjuangan, raihan bidang keilmuan kita itu perlu diketahui generasi penerus, agar jangan melangkah pada jejak yang sama, atau sekadar menikmati tenda tempat peristirahatan kita saat berpikir untuk berkarya lebih lanjut .

Generasi penerus itu perlu melanjutkan jejak-jejak yang merupakan kelanjutan perjuangan kita. jejak itu bisa berupa pengalaman hidup dalam keluarga, berelasi dengan sesama, tetapi khususnya terkait jejak perjuangan seorang ilmuwan. 

Teori dan pengembangan teori perlu untuk dapat melihat realitas lebih jelas, dari mana kita berada, mengapa kita ada pada kondisi dan situasi seperti saat ini, untuk kemudian melangkah maju mencapai Visi, Misi yang telah kita tetapkan.


Dr.Binsar A. Hutabarat