facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Pancasila dan Pluralisme Agama

Pancasila dan Pluralisme Agama









Konflik dalam hubungan antaragama dan negara merupakan persoalan global terlebih dalam dunia yang makin heterogen. 


Konflik antar agama dan negara, agama dan agama dalam dunia yang makin heterogen adalah realitas pada banyak negara.

Dalam kondisi negara yang amat beragam tersebut tidak mungkin satu agama dapat mengklaim bahwa pandangan agamanya adalah jalan terbaik untuk mengelola keragaman agama-agama dalam sebuah negara, karena semua agama tentulah memiliki strategi unggul untuk mengelola hubungan negara dan agama dalam negara yang memiliki banyak agama.

Jalan terbaik menetapkan hubungan agama dan negara dalam sebuah negara seharusnya merupakan kesepakatan bersama untuk dapat memberikan kebaikan bersama. Salah satu kesepakatan agama-agama mengenai hubungan antara agama dan negara yang terbaik adalah sebuah pemerintahan demokrasi.

Persoalannya kemudian, bagaimanakah sebuah pemerintahan demokrasi yang berlaku tersebut tidak diklaim sebagai produk agama tertentu, apalagi penggiat hubungan antara agama dan negara umumnya adalah politisi yang berusaha untuk mendapatkan kekuasaan pemerintahan dengan menarik simpati agama tertentu.

Menurut saya, demokrasi Pancasila merupakan jalan damai kesepakan bersama agama-agama di Indonesia untuk menaungi semua agama-agama yang beragam di Indonesia. Model pemerintahan negara demokrasi Pancasila ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menentukan hubungan ideal antara agama dan negara.

Pancasila adalah negara pluralisme agama yang memposisikan agama-agama pada tempat terhormat tanpa mendeskriminasikan agama tertentu. Perjalanan negara Demokrasi Pancasila memang tidak selalu mulus, bahkan tidak jarang ditemukan konflik suku, agama, ras dan antar golongan hingga skala besar. Namun, semua itu terjadi karena terjadinya keragaman apresiasi terhadap Pancasila, bukan karena kelemahan yang ada pada diri Pancasila.

 

Dr. Binsar A. Hutabarat


https://www.binsarhutabarat.com/2020/05/pan

casila-dan-pluralisme-agama.html

No comments:

Post a Comment