facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Izin Pendirian Rumah Ibadah di Indonesia

Izin Pendirian Rumah Ibadah di Indonesia








Hubungan baik dengan masyarakat membuat kondisi gereja juga baik. Namun membangun hubungan dengan sesama gereja dan lembaga-lembaga Kristen  pun penting. 

Kita harus menjaga kerukunan antar umat beragama, menjaga perasaan orang lain dari umat lain.  Kita harus benar-benar menghargai dan menghormati mereka punya cara-cara ataupun yang mereka lakukan yang benar-benar berdasarkan aturan dalam agama mereka itu. Demikian komentar Pdt. Sukeri ketika penulis mewawancarai beliau tentang Peraturan bersama menteri tentang izin pendirian rumah ibadah berdasarkan Peraturan Bersama Menteri (PBM) di kediamannya. 


Perber, di mata Pdt Sukeri, adalah sesuatu yang mempersulit pembangunan gereja, karena waktu kita mau membangun gereja,  harus melibatkan orang di luar umat Kristen sebanyak 60 orang. 


Untuk mendapatkan persetujuan dari 60 orang ini seringkali sangat sulit. Maka Perber itu sebaiknya dicabut saja! Tidak perlu revisi. Revisi itu butuh biaya besar, dan hasilnya sama saja. Itu hanya buang waktu. 

Maka cabut saja perber itu, kita kembali ke UUD 45 yang mengatakan bahwa setiap warga negara itu berhak untuk beribadah menurut kepercayaannya masing-masing. Hanya, yang menjadi masalah adalah tempat. Itu yang harus diatur, pemerintah harus memberikan tempat.


Gereja membentuk karakter bangsa. Manfaatnya jauh lebih besar daripada membangun tempat hiburan malam. Sementara hiburan malam menguntungkan bagi pemerintah, maka itu dipelihara. Gereja malah dianggap bikin susah. Padahal kan masa depan bangsa di tangan gereja, bukan di tangan hiburan malam.


Banyak yang mengakui bahwa gereja itu adalah aset negara. Gereja juga bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah, sebab gereja bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun umat. 

Membangun umat secara rohani supaya menjadi orang-orang yang memiliki hati takut akan Tuhan. Dengan takut akan Tuhan, mereka takut untuk berbuat jahat. 

Tugas gereja membangun karakter, membangun rohani umat. Itu yang harus kita lakukan, oleh karena itu sebetulnya pemerintah harus mendukung gereja.


Dr. Binsar Antoni Hutabarat


   

No comments:

Post a Comment