Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Menunggu Kedatangan Yesus

             






Sebab mereka sendiri bercerita tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedgan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. (I Tesalonika 1:9-10)

 

                     

Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Tesalonika agar tetap bekerja, melayani Tuhan, dengan melakukan pekerjaan sehari-hari sambil menunggu kedatangan Tuhan, “Bekerja sambil menunggu, Menunggu sambil bekerja.”Sebuah hidup Kristen yang seimbang.

 

Pekerjaan iman yang dilakukan oleh umat pilihan Tuhan ketika mereka berbalik kepada Allah adalah untuk kemuliaan Allah. Itu adalah sebuah ekspresi kasih kepada Allah dan sesama. Pekerjaan kasih umat Kristen sejatinya menjadi teladan terhadap sesama umat Kristen yang memberkati sesama umat manusia.

 

Pekerjaan kasih  yang dilakukan umat Kristen berhubungan langsung dengan kehidupan mereka yang  hidup dalam firman Allah, dan usaha menunaikan mandat Allah untuk memberitakan Kabar baik, yaitu tentang kematian Kristus di kayu salib yang mendamaiakan manusia berdosa dengan Allah.

 

Umat Kristen percaya bahwa Yesus yang akan datang kembali pada akhir zaman. Karena itu umat Kristen sepatutnya menantikan akhir zaman itu dengan sukacita, karena pada waktu itu mereka akan  bertemu dengan Yesus Kristus yang adalah juruselamat mereka.

 

Umat Kristen mengharapkan, dan menunggu kedatangan Yesus  dengan pengharapan sukacita, karena mereka akan dibebaskan dari murka Allah yang akan datang, “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga , entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia” ( I Tesalonika5: 9-10).

 

Pengharapan Kristen

Umat Kristen yang hidup di dalam Allah memiliki hidup yang penuh pengharapan, “Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya kita taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”( I Petrus 1:2-3). Selanjutnya Epesus 1:12 mengatakan, “Supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, noleh menjadi puji-pujian bagi kemulian-Nya.”

 

Umat Kristen adalah umat dari Allah yang hidup. Tubuh setiap umat Kristen adalah bait Allah yang hidup, dan Roh Kudus tinggal di dalam hidup setiap orang yang percaya kepada Kristus. Karena itu gereja adalah milik Allah yang hidup. Dan karena gereja-Nya itu, Allah akan menyiapkan “Kota Allah yang Hidup” untuk ditempati gereja-Nya, “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem Sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah”. (Ibrani 12:22).

 

Menunggu Kedatangan Yesus bukan Menunggu tanda-tanda

 

Orang Kristen menunggu kedatangan Yesus, tetapi orang-orang Kristen tidak menunggu tanda-tanda, karena tanda-tanda itu hanya menunjukkan bahwa Yesus pasti akan datang.


Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/08/menunggu-kedatangan-yesus.html

 

No comments:

Post a Comment