Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Pemerintahan Manusia Durhaka

 







Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

2 Tesalonika 1: 3-4)

 

Sejarah berada dalam Tangan Tuhan. Rencana Allah berlaku dalam setiap perjalanan sejarah. Karena itu, drama kehadiran manusia durhaka juga berada dalam kendali Allah. 

Gereja perlu mengusahakan keadilan dan perdamaian di dunia, sampai waktunya dunia tidak bisa menerima kehadiran gereja, dan pada saat itulah Allah akan mengangkat gereja, menyelamatkan gereja dari aniaya pemerintahan manusia durhaka yang menganiaya gereja.

Manusia durhaka dan antikristus

Paulus tidak menggunakan istilah Antikristus dalam surat Tesalonika. Istilah Antikristus hanya digunakan oleh Yohanes. Namun, kata antikristus dalam surat Yohanes menunjuk pada manusia durhaka dalam surat Tesalonika.

 

“Anak-anakku, waktu itu adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus.Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir (I Yohanes 2: 18).

 

Siapakah Pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.(I Yohanes 2:22).

 

Dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang dan sekarang ia sudah ada di dalam dunia. (I Yohanes 4:3).

 

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, itu adalah penyesat dan antikristus. (2 Yohanes 7).

Antikristus dalam surat-surat Yohanes itu jelas menunjuk pada apa yang Paulus sebut manusia durhaka. (2 Teslonika 2:3,8). Kehadiran manusia durhaka itu atau antikristus mendahului kedatangan Yesus yang kedua kali.

 

Manusia durhaka ingin disembah dan dilayani seperti Allah

 

Iblis telah berperang dengan Allah dan mencoba mengambil mahkota Allah, tapi, Iblis dikalahkan. Mengenai kejatuhan Iblis ini kitab Yesaya menjelaskan demikian, “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang menglahkan bangsa-bangsa! Engkau tadinya berkata dalam hatimu; Aku hendak naik kelangit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh disebelh utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Maha Tinggi! Sebaliknya, kedalam dunia orang mati engkau diturunkan , ketempat yang paling dalam di liang kubur.” (Yesaya 14: 12-15).

 

Iblis yang telah jatuh itu, dibuang ke bumi, kemudian mencobai Adam dan Hawa, mengakibatkan Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa. Kemudian Allah menyatakan perang melawan Iblis dan pengikutnya. Dan pada akhir zaman, Iblis dan pengikut-pengikutnya akan ditaklukkan oleh Allah dan masuk dalam hukuman kekal.

 

Demikian juga dengan manusia durhaka yang dijelaskan Paulus. Manusia durhaka yang dikendalikan Iblis itu adalah orang yang melawan Allah, dan menempatkan dirinya seperti Allah, ingin disembah dan dilayani seperti Allah.

 

Sebagaimana Iblis ingin disembah dan dilayani seperti Allah, maka demikian juga dengan manusia durhaka atau antikristus. Manusia durhaka itu bukan hanya melawan Allah, tetapi juga menempatkan dirinya sebagai Allah dan ingin disembah dan dilayani seperti Allah.

 

Kemudian, manusia durhaka yang dikendalikan Iblis itu akan  membawa dunia untuk menyembah Iblis, serta percaya terhadap kebohongan Iblis. Karena Iblis adalah Bapa segala dusta. Disini jelas, antikristus bisa merupakan pribadi, tokoh tersohor, pemimpin pemerintahan yang menempatkan diri pada singgasana Allah. Ingin disembah dan dilayani seperti Allah.

 

Mewaspadai kehadiran manusia durhaka

 

Orang percaya yang sudah menerima pengampunan dosa melalui kematian Kristus di kayu salib, menyadari bahwa hidupnya adalah milik Allah. Segala sesuatu yang dilakukan oleh orang percaya adalah untuk memuliakan Allah, dengan hidup dalam keadilan dan kebenaran.

 

Manusia dapat hidup adil, benar dan memuliakan Allah hanya karena anugerah Allah. Karena itu hidup orang percaya harus dikuasai Roh Kudus dan tiap-tiap hari bersandar kepada Kuasa Roh Kudus untuk mengerjakan tugas misi Allah.

 

Gereja yang hidup dalam Allah, dipenuhi Roh Kudus inilah yang menahan kejahatan, baik melalui kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun partisipasi gereja dalam pemerintahan, yakni membawa pemerintahan yang menjalankan keadilan Allah.

 

Sedang mereka yang menolak kebenaran, menyerahkan hidup mereka pada kejahatan, atau mengikuti manusia durhaka. Mereka akan menyombongkan dusta dan kejahatan.

 

Ketika waktunya genap, manusia durhaka itu menyatakan diri bersama-sama dengan pengikutnya, dan pada waktu itulah Tuhan akan mengangkat gereja dari dunia yang jahat untuk berjumpa dengan Tuhan, masuk dalam Kota Allah yang kudus, dan pada waktu yang sama, menghukum manusia durhaka dan pengikutnya, beserta Iblis untuk menerima hukuman kekal dari Allah yang maha kuas.

 

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat  

https://www.binsarhutabarat.com/2020/09/drama-pemerintahan-manusia-durhaka.html


No comments:

Post a Comment