Empat Alasan Mengapa Kita Perlu Berdoa Pada Waktu Menderita






 Ini empat Alasan Mengapa Kita Perlu Berdoa Pada Waktu Menderita


Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu. Sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalamDia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus (II Tesalonika 1: 11-12).

 

Paulus mendorong jemaat Tesalonika untuk setia hidup dalam Tuhan ketika meghadapi Penderitaan. Pada II Tesalonika1:1-4 Paulus menorong Jemaat Tesalonika untuk mengucap syukur kepada Allah pada waktu menderita di dalam Tuhan. Karena melalui penderitaan Jemaat di Tesalonika membuktikan adanya pertumbuhan rohani jemaat, pertumbuhan Kasih kepada Allah, kasih kepada sesama, dan menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan.

 

Paulus juga mendorong jemaat di Tesalonika berpegang pada janji Tuhan (II Tesalonika 1:5-10), karena melalui penderitaan dalam Tuhan jemaat di Tesalonika layak menjadi umat Kerajaan Allah, Dan Allah akan membalas setiap perbuatan orang setimpal dengan perbuatannya (hukum tabur tuai), dan janjia Tuhan juga mengingatkan bahwa jemaat di Tesalonika telah dihakimi ketika Kristus mati di kayu salib. Sehingga setiap orang yang telah diampuni dosanya tidak akan dihakimi pada waktu Yesus datang pada akhir zaman. 


Sebaliknya, Yesus akan mengangkat, membebaskan orang percaya dari penderitaan untuk masuk pada dunia yang baru, kehidupan kekal di surga.

 

Kemudian dalam II Tesalonika 1:11-12, Paulus mendorong jemaat di Tesalonika untuk bertekun dalam doa ketika berada dalam penderitaan. Pertanyaannya kemudian, apa yang perlu kita doakan kekika kita berada dalam penderitaan?


1. Berdoa untuk menghargai kelayakan yang diberikan Allah untuk menjadi umat Kerajaan Allah.

Pada waktu menderita, kita perlu berdoa untuk tetap setia menjalani rencana Allah. Kita perlu berdoa agar kita hidup dalam anugerah dan kasih Allah. Hidup melakukan kebaikan pada sesama untuk memuliakan Tuhan.


Penderitaan yang dialami orang percaya membuktikan bahwa orang percaya layak untuk menjadi warga kerajaan Allah karena pengorbanan Kristus di salib.


Pada waktu kita melewati pencobaan yang membawa kita dalam penderitaan, dan oleh pertolongan Tuhan kita dapat melewati pencobaan yang berat itu, maka itu membuktikan bahwa Allah telah melayakkan kita untuk menjadi umat kerajaan Allah.


Orang percaya yang melewati penderitaan dengan tetap memuliakan Tuhan akan menjadi kesaksian bagi orang percaya lainnya. Itu menjadi kesaksian bahwa dalam penderitaan, Tuhan tidak pernah meninggalkan orang percaya.

 

2. Berdoa Untuk tetap Menjalankan Misi Allah

Setiap orang yang dipilih Tuhan, dipanggil untuk hidup dalam rencana Allah, yaitu menjalankan Misi Allah. Hidup memberitakan kabar penebusan dosa yang sudah dikerjakan Yesus di salib, dan membawa semua ciptaan Tuhan hidup memuliakan Tuhan.


Iman kepada Kristus menghasilkan perbuatan baik. Orang percaya yang hidup dalam Tuhan dapat menjalankan Misi Allah dengan kekuatan Tuhan.


Ketaatan kepada Tuhan tidak dihasilkan dengan usaha manusia semata, atau dengan kekuatan yang keluar dari diri kita. Ketaatan kepada Allah hanya mungkin jika kuasa Allah memampukan kita hidup mentaati Allah.


Jika kita beriman kepada Allah, percaya kepada Allah, maka kita akan menerima kuasa Allah. 


Kita tidak dapat hidup sebagai pemenang dalam pencobaan yang membawa kita dalam penderitaan, kecuali dengan kemenangan yang kita dapatkan dari Allah.


Kita tidak bisa membagakan pengalaman kita hidup dalam Tuhan dengan bersandar pada kekuatan kita. 


Apabila kita tidak bergantung pada Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita, maka kita tidak akan mampu melakukan tugas misi Allah sesuai dengan kehendak Allah.

 

3. Berdoa untuk hidup memuliakan Allah

Kristus patut dimuliakan oleh orang percaya bukan hanya ketika orang percaya berjumpa dengan Tuhan Yesus pada waktu kedatangan kerajaan Allah. Tetapi, Kristus juga patut dimuliakan dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.


Jika kita merindukan memuliakan Tuhan pada waktu berjumpa dengan Kristus, maka pada waktu orang percaya diijinkan menderita untuk kemuliaan Allah, orang percaya perlu berdoa agar melalui penderitaan yang dialaminya Tuhan Yesus dimuliakan.


Anugerah Kristus hadir membawa kemuliaan bagi orang percaya, demikian juga pada waktu orang percaya menderita bagi Kristus, disitu kemuliaan Tuhan dinyatakan. 


Kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidup orang percaya itu karena nugerah Tuhan. Sehingga segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.


Berdasarkan hal di atas dapat dipahami bahwa dalam masa pencobaan dan penderitaan orang percaya perlu berdoa sungguh-sungguh kepada Allah. Yakni berdoa, bersyukur atas kelayakan yang Tuhan berikan sebagai umat kerajaan Allah. Dan juga berdoa adar dapat menjalan misi Allah yang menjadi tujuan pemilihan Allah atas kehidupan orang percaya, serta berdoa  agar melalui penderitaan yang kita alami Tuhan dimuliakan.

 

 

Dr, Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/08/doa-pada-waktu-menderita.html

Pengertian, Metode dan Pendekatan Penelitian Ilmiah

 










Pengertian, metode dan pendekatan penelitian ilmiah ini perlu dipaham

Mengetahui apa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah, pengertian, metode dan pendekatan ilmiah perlu untuk mengetahui apakah penelitian yang dilakukan itu memenuhi langkah-langkah yang ditetapkan dalam penelitian ilmiah.

 Pengertian penelitian dan metode ilmiah.

Penelitian Ilmiah adalah penelitian untuk mencari kebenaran dengan menggunakan Metode ilmiah.

Metode Ilmiah adalah Metode yang menggunakan logika berpikir atau penalaran deduktif dan induktif.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Kebenaran Ilmiah adalah seperti berikut:

1.Kebenaran Koherensi:Logika induktif,sifatnya rasional

2. Kebenaran Korespondensi: Logika deduktif, sifatnya empirik (faktual)

3. Kebenaran Pragmatis: ditinjau dari kegunaan dilapangan.

 

Dengan demikian dapat ditetapkan Sifat ilmu antara lain adalah:

1.Bersistem

2. Bermetode

3.Objektif: Dapat dianalisis secara empiris

4. Rasional atau logis (dipecahkan oleh akal secara deduktif dan induktif)

 

Pendekatan Penelitian Ilmiah

 

Penelitian menggunakan dua jenis penalaran: inductive reasoning and deductive reasoning.

Penalaran  ilmiah menggunakan dua paradigma yang berbeda dan tidak bisa dicampur. Pertama, penelitian yang merujuk pada pendekatan pengetahuan “bottom-up”, peneliti menggunakan pengamatan tertentu untuk membangun suatu abstraksi atau menggambarkan sebuah fenomena yang diteliti.

Penalaran induktif mengarah pada metode-metode induktif pengumpulan data, dimana peneliti:

Secara sistematis mengamati fenomena yang diteliti

Mencari pola-pola atau tema-tema dalam pengamatan

Mengembangkan suatu generalisasi dari analisis tema-tema tersebut

Dengan demikian peneliti memproses  dari  pengamatan spesifik ke pernyataan umum  - suatu jenis pendekatan  penemuan pengetahuan.

 

Kedua, Paradigma deduktif, yakni penalaran yang menggunakan pendekatan pengetahuan ‘top-down’. Peneliti menggunakan satu aspek penalaran deduktif  dengan pertama membuat suatu pernyataan umum dan kemudian mencari bukti spesifik yang dapat mendukung atau menolak pernyataan tersebut.

Jenis penelitian ini menggunakan the hypothetic deductive method, yang memulai dengan penyusunan sebuah hipotesis: suatu penjelasan tentatif  yang dapat diuji dengan pengumpulan data.Hipotesis ini harus didasarkan pada sebuah teori  atau suatu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu.

 

Sebuah teori adalah sebuah penjelasan yang dikembangkan dengan baik tentang bagaimana beberapa aspek dari dunia bekerja menggunakan suatu kerangka konsep, prinsip, dan hipotesis-hipotesis lainnya. Ringkasnya, peneliti mulai dengan:

Sebuah teori dan pengetahuan yang didasarkan  dan digunakan untuk menyusun hipotesis.Mengumpulkan data, dan

Membuat suatu keputusan berdasarkan pada data  untuk menerima atau menolak hipotesis atau prediksi.

 

 

Pendekatan induktif dan pendekatan hypothetic-deductive untuk pengetahuan  adalah dua jalur umum yang digunakan dalam penelitian Penalaran induktif sangat dekat diasosiasikan dengan pendekatan penelitian kualitatif, yang mengumpulkan dan merangkum data menggunakan metode naratif atau verbal: observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Peneliti kualitatif  sering dikatakan mengambil pendekatan induktif untuk mengumpulkan data karena mereka merumuskan hipotesis hanya setelah mereka mulai melakukan observasi, wawancara, dan analisis dokumen.

Hipotesis ini diuji dan dimodifikasi dengan pengumpulan data lanjutan ketimbang diterima atau ditolak secara serentak.

Peneliti kualitatif percaya bahwa pemahaman penuh fenemona bergantung pada konteks, dengan demikian mereka menggunakan teori setelah pengumpulan data untuk membantu pola-pola yang diamati.

 

Metode hypothetic-deductive sangat dekat diasosiasikan dengan pendekatan kuantitatif, yang merangkum data menggunakan angka-angka. Hipotesis dan metode pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif diciptakan sebelum penelitian dimulai.

Hipotesis atau teori kemudian diuji, dan ketika didukung, biasanya hipotesis atau teori ini dipandang dapatdigeneralisasikan: dapat diaplikasikan pada siatuasi dan populasi yang sama yang lebih luas. Peneliti  sebagaimana mereka mencari pengalaman, hasil, ide, konsep, atau teori yang sama.

 

https://www.binsarhutabarat.com/2020/09/pengertian-metode-dan-pendekatan_28.html

 

 



 



 

 

Menunggu Kedatangan Yesus

             






Sebab mereka sendiri bercerita tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedgan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. (I Tesalonika 1:9-10)

 

                     

Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Tesalonika agar tetap bekerja, melayani Tuhan, dengan melakukan pekerjaan sehari-hari sambil menunggu kedatangan Tuhan, “Bekerja sambil menunggu, Menunggu sambil bekerja.”Sebuah hidup Kristen yang seimbang.

 

Pekerjaan iman yang dilakukan oleh umat pilihan Tuhan ketika mereka berbalik kepada Allah adalah untuk kemuliaan Allah. Itu adalah sebuah ekspresi kasih kepada Allah dan sesama. Pekerjaan kasih umat Kristen sejatinya menjadi teladan terhadap sesama umat Kristen yang memberkati sesama umat manusia.

 

Pekerjaan kasih  yang dilakukan umat Kristen berhubungan langsung dengan kehidupan mereka yang  hidup dalam firman Allah, dan usaha menunaikan mandat Allah untuk memberitakan Kabar baik, yaitu tentang kematian Kristus di kayu salib yang mendamaiakan manusia berdosa dengan Allah.

 

Umat Kristen percaya bahwa Yesus yang akan datang kembali pada akhir zaman. Karena itu umat Kristen sepatutnya menantikan akhir zaman itu dengan sukacita, karena pada waktu itu mereka akan  bertemu dengan Yesus Kristus yang adalah juruselamat mereka.

 

Umat Kristen mengharapkan, dan menunggu kedatangan Yesus  dengan pengharapan sukacita, karena mereka akan dibebaskan dari murka Allah yang akan datang, “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga , entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia” ( I Tesalonika5: 9-10).

 

Pengharapan Kristen

Umat Kristen yang hidup di dalam Allah memiliki hidup yang penuh pengharapan, “Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya kita taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”( I Petrus 1:2-3). Selanjutnya Epesus 1:12 mengatakan, “Supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, noleh menjadi puji-pujian bagi kemulian-Nya.”

 

Umat Kristen adalah umat dari Allah yang hidup. Tubuh setiap umat Kristen adalah bait Allah yang hidup, dan Roh Kudus tinggal di dalam hidup setiap orang yang percaya kepada Kristus. Karena itu gereja adalah milik Allah yang hidup. Dan karena gereja-Nya itu, Allah akan menyiapkan “Kota Allah yang Hidup” untuk ditempati gereja-Nya, “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem Sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah”. (Ibrani 12:22).

 

Menunggu Kedatangan Yesus bukan Menunggu tanda-tanda

 

Orang Kristen menunggu kedatangan Yesus, tetapi orang-orang Kristen tidak menunggu tanda-tanda, karena tanda-tanda itu hanya menunjukkan bahwa Yesus pasti akan datang.


Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/08/menunggu-kedatangan-yesus.html

 

Metode Penelitian Kualitatif





Metode Penelitian Kualitatif memiliki struktur yang berbeda
 

 

Berikut ini adalah outline penelitian kualitatif.

 

 I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

   B. Fokus Penelitian

   C. Pembatasan Masalah

    D. Kegunaan Penelitian

  

II. KAJIAN TEORETIK

    A. Deskripsi Konsep Fokus dan Subfokus penelitian

     B. Hasil penelitian yang relevan

 

 III.  METODOLOGI

    A.  Tujuan Penelitian

    B.  Tempat dan waktu penelitian

    C.  Latar Penelitian

    D.  Metode dan Prosedur Penelitian

    E.  Data dan Sumber Data

    F.    Teknik dan Prosedur pengumpulan data

    G.  Prosedur analisis data

    H.  Pemeriksaan  keabsahan data

          1. Kredibilitas (derajat kepercayaan)

          2. Transferabilitas (keteralihan)

 

3. Dependabilitas (kebergantungan-perubahan-perubahan yg terjadi pada setting)

     4. Konfirmabilitas (kepastian-objektivitas, dengan cek dan recek kembali data, dan mendeskripsikan contoh-contoh  negatif))

 

IV.  HASIL PENELITIAN  

     A.  Gambaran Umum tentang Latar Penelitian

     B. Temuan-temuan penelitian  

            1. Sub Fokus 1

            2. Sub Fiokus 2

            3. Sub Fokus 3

            4. Sub Fokus 4

                 dst.

 V.    PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN

        A.  Sub Fokus 1

        B. Sub Fokus 2

        C. Sub Fokus 3

        D. Sub Fokus 4

             dst.

V. SIMPULAN DAN REKOMENDASI  

     A. Kesimpulan

     B. Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran 1. Pedoman Observasi

Lampiran 2. Pedoman wawancara

Lampiran 3. catatan Lapangan Hasil Observasi

Lampiran 4. Catatan Lapangan Hasil Wawancara

Lampiran 5. Dokumen Pensdukung (Foto dan dokumen)

Lampiran 6. Hasil Analisis Data

   

Karakteristik Metode Kualitatif

Study Interpretatip (Interpretative study)

*   Holistik

*  Latar Alamiah (Natural setting)

*  Peneliti sebagai instrumen kunci

*  Sumber data (multiple) dalam bentuk kata-kata

*  Analisis data secara induktif

*  Fokus pada perspektif partisipan, makna dan pandangan-pandangannya

*   Emik (Native point of view)

*  Disain penelitian lebih bersifat tidak ketat/bisa berubah

*   Bingkai penelitian pada perilaku subjek dan keyakinan /belief, dalam konteks sosial

 

 

Beberapa asumsi dasar yang perlu dipahami terkait dengan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut.

 

Asumsi Dasar penelitian Kualitatif

 

1. Asumsi Ontologis

      Apa karakteristik dan bagaimana bentuk realitas?

           - Realitas adalah subjektif dan multiple,

            seperti yang dilihat partisipan yang diteliti

          - Contoh : Peneliti menggunakan kutipan-

             kutipan dan tema-tema dalam kata-kata

             partisipan dan bukti-bukti  dari sejumlah perspektif yang berbeda

2. Asumsi Epistemologis

    Asumsi yang mempertanyakan hubungan antara peneliti dengan objek kajian/yang diteliti

        - Peneliti berupaya mengurangi jarak   

          dengan dengan subjek yang diteliti

        - Contoh: Peneliti berkolaborasi, “spends

          time in field with participants”, dan

          menjadi “insider”

 

3. Asumsi Aksiologis

     Asumsi yang mempertanyakan peranan system nilai dalam suatu penelitian (kualitatif bersifat value-laden/value-bound)

        - Peneliti mengakui bahwa penelitian adalah

          value-laden (sarat nilai) dan bias-bias adalah

           dimungkinkan ada

       - System nilai yang dianut peneliti akan      mempengaruhi pola pikirnya dalam berbagai  aktivitas penelitian yang dilakukannya

       - Contoh: Peneliti berusaha melakukan mendiskusikan nilai-nilai yang membentuk uraian narasinya dan termasuk kaitan antara interpretasinya dengan interpretasi partisipan.

 

4. Asumsi Metodologis

      Asumsi yang mempertanyakan bagaimanakah proses penelitian itu dilaksanakan (Atau bagaimanakah realitas yang akan diteliti  diketahui)

        - Karakteristik : Peneliti menggunakan logika  induktif, studi topik dalam konteksnya, dan menggunakan disain yang bersifat emergensi

 - Contoh: Peneliti bekerja secara rinci sebelum membuat generalisasi, deskripsi rinci konteks studi, dan secara kontinu melakukan revisi-revisi pertanyaan-pertanyaan dari pengalaman-pengalaman di latar penelitian


https://www.binsarhutabarat.com/2020/10/metode-penelitian-kualitatif.html

  

Wisata Pendidikan Tangkuban Perahu








Tangkuban Perahu

Wisata Pendidikan Tangkuban Perahu dan Air Panas Ciater banyak dikunjungi orang Jakarta


Foto-foto ini merupakan dokumen pribadi ketika berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk, dingin menjadikan keindahan alam itu dapat dinikmati bahkan saat terik matahari sekalipun, udara ditempat itu tetap sejuk.

Tangkuban Perahu


Bandung bukan hanya tersohor dengan Wisata kulinernya, tapi juga tempat-tempat rekreasi yang indah yang tersohor sebagai tempat wisata   pendidikan. Tempat Wisata Gunung Tangkuban Perahu dan Pemandian Air Panas Ciater lembang Bandung adalah contohnya.

 

Pada hari libur sekolah, tempat Gunung Wisata Tangkuban Perahu serta Pemandian Air Panas Ciater banyak dikunjungi orang dari luar Bandung, secara khusus dari Jakarta.

 

Wisata Gunung Tangkuban Perahu memiliki cerita legenda yang tersohor yaitu terkait legenda Sangkuriang dan Ibunya Dayang Sumbi. Pemandian Air Panas Ciater yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai  penyakit, khususnya yang terkait dengan penyakit kulit. Itulah sebabnya kedua tempat ini kerap menjadi tujuan study Tour siswa -siswa sekolah menengah, dan tentunya juga keluarga-keluarga dari berbagai lokasi, termasuk dari Jakarta.

 



Kedua tempat wisata yang tidak terlalu berjauhan itu Tangkuban Perahu dan Pemandia air panas Ciater berlokasi di Lembang. Udaranya yang dingin, sejuk tepat sekali menjadi tujuan wisata keluarga.

 Apabila datang ketempat wisata-wisata itu ada baiknya mengunjungi kedua lokasi itu. Secara khusus untuk pendatang dari luar kota Bandung. Mengunjungi kedua tempat wisata itu bisa menghemat waktu, dan juga memberikan keragaman wisata, untuk menghindari kejenuhan, apalagi kemacetan pada hari libur menjadi pengalamn biasa pada tepat-tempat wisata itu.

 

Salah satu yang harus diperhatikan jika kita ingin ke Lembang, Bandung adalah kemacetan lalu lintas, secara khusus jika kita berkunjung ketempat-tempat wisata itu pada hari minggu atau hari libur sekolah.

 

Jika kita menuju tempat itu setelah jam sepuluh pagi bukan hanya akan mengalami kemacetan pada waktu berangkat, tapi juga pada saat kembali dari tempat itu kita akan dikurung kemacetan lalu lintas. Tapi syukurlah kita bisa berhenti sejenak menikmati kuliner Bandung yang banyak tersedia di jalan menuju kota Bandung.

 

Desember lalu sebelum darurat covid-19, saya dan keluarga sempat berkunjung kedua lokasi itu. Kami berangkat dari Jakarta sekitar jam 10 pagi, dan setiba di Kota bandung, kami bermalam Hotel pilihan kami, Hotel Grand Cordela Bandung di  jalan Soekarno Hatta No 791 B.  http://omegahotelmanagement.com/. Jika berada di Hotel itu jangan lupa  menikmati kuliner Bandung yang tersedia di Restoran Hotel.

 

Dengan Akses Wi-Fi yang kuat yang tersedia gratis di Hotel Grand Cordela, kita bisa memanfaatkannya fasilitas tersebut untuk terhubung dengan handai tolan.

 

Hotel ini juga dilengkapi kolam renang yang nyaman, karena itu jangan lupa membawa pakaian renang untuk menikmati kolam renang Hotel Grand Cordela. Hotel Grand Cordela dilengkapi dengan AC, elegan, serta fasilitas satelit layar datar. Ketel listrik, Kulkas, juga fasilitas untuk membuat kopi atau teh.

 

Minggu pagi setelah sarapan pagi kami pun berangkat pertama-tama menuju pemandian air panas Ciater setelah itu baru mengunjungi tempat wisata Tangkuban Perahu.

 

Pagi hari jalan menuju Lembang masih relatif sepi, dan nyaman berkendara menyusuri tempat itu, meski jalan mendaki cukup panjang.  Tujuan pertama kami adalah Pemandian air panas Ciater. Setelah puas menikmati berenang di kolam renang Ciater, dan juga menikmati langsung air panas pada sumber-sumber air panas yang tersedia, kami pun berangkat menuju Tangkuban Perahu.

 

Wisata Gunung Tangkuban Perahu terkenal dengan pemandangan kawahnya yang memesona, saya sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini, keindahan pemandangannya membuat kita tidak akan pernah bosan memandangi keindahan tempat itu, secara khusus kawah Gunung Tangkuban Perahu.

 

Beberapa kali letusan Gunung Tangkuban Perahu ini membuat kawah makin jauh dari pemandangan karena , letusan yang terjadi membuat lembah kawan Tangkuban perahu makin dalam.

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

 

https://www.binsarhutabarat.com/2020/10/wisata-pendidikan-tangkuban-perahu-dan.html