Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Nasihat Firman Tuhan


 




Masalah ada dimana-mana, tetapi masalah yang dibiarkan berlarut-larut akan menjadi besar dan menghancurkan kehidupan bersama, demikian juga dalam kehidupan gereja lokal.

 

Masalah itu seperti kuman yang dapat mematikan tubuh kita. Karena itu masalah perlu diselesaikan,sehingga tidak meluas, serta melumpuhkan kesaksian gereja.

 

Dosa adalah masalah gereja, seperti kuman yang dapat melumpuhkan tubuh. Gereja perlu menyelesaikan masalah-masalah dalam dirinya terkait dosa dalam jemaat, atau membiarkan keseluruhan jemaat lokal itu lumpuh.

 

Ketika ada masalah dalam jemaat Tesaonika, secara khusus akibat interpretasi jemaat Tesalonika terhadap surat Paulus kepada jemaat itu terkait kedatangan Yesus. Paulus tidak mendiamkannya. Paulus berusaha mencari pemecahan masalah untuk jemaat Tesalonika.

 

Paulus menasihati jemaat Tesalonika yang tidak tertib dan tidak bekerja hanya duduk-duduk menunggu kedatangan Yesus seperti yang dituliskan dalam  1Tesalonika 4:11, “Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan seperti yang telah kami pesankan kepadamu.”

 

Selanjutnya Paulus berkata, Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

 

Apakah masalah di Jemaat di Tesalonika? Beberapa anggota jemaat salah menginterpretasikan pengajaran Paulus tentang kedatangan Yesus. Mereka tidak bekerja dan mengharapkan dukungan jemaat, itu adalah hidup yang tidak tertib.

 

Mungkin kelompok orang kudus yang malas menjadi sumber pengajaran palsu seperti yang Paulus katakan  dalam Tesalonika 2:2, “Supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.” Jadi, pada waktu itu di jemaat tesalonika ada Gosip, “Tuhan akan segera datang!,”yang membuat sebagian jemaat Tesalonika Bingung.

 

Mereka yang menetapkan tanggal kedatangan Yesus itu menjual segala milik mereka dan kemudian duduk-duduk menantikan kedatangan Yesus. Mereka mengharapkan anggota jemaat lain memberi makan mereka, karena mereka merasa menaati firman Allah.

 

Hidup tidak tertib adalah hidup yang bertentangan dengan pengajaran Alkitab, seperti hidup bermalas-malasan, tidak bekerja, dan bergantung pada pertolongan anggota jemaat lain. Pengajaran yang mengajarkan kita untuk hidup tidak mentaati kebenaran Allah pastilah tidak alkitabiah.

 

Gereja perlu bekerjasama untuk memecahkan masalah seperti itu dalam gereja. Dalam kasih Allah gereja perlu menolong anggota lain untuk mentaati Allah, membantu mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Mendorong anggota jemaat yang tidak tertib untuk berbalik dari dosa-dosa mereka. Semuanya itu perlu dilakukan dengan memberikan nasihat firman Tuhan.

 

Pentingnya Nasihat Firman Tuhan

 

Paulus kerap menggunakan firman Tuhan untuk menasihati jemaat di Tesalonika yang tidak tertib. Contohnya Paulus mengatakan, “Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus (ITesalonika 4:2)

 

Demikian juga ketika Paulus mengatakan, “Dan anggaplah sebagai sesuatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan seperti yang telah kami pesankan kepadamu.”

 

Kepada orang-orang yang tidak tertib itu Paulus menasihati mereka dengan firman Tuhan, untuk kembali kepada firman Tuhan, “Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang.” I Tesalonika 2:11

 

Paulus percaya firman Allah merupakan nasihat yang tepat, II Tesalonika 3:4, “Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.”

 

Hal yang sama juga diutarakan dalam II Tesalonika 3:10, ketika Paulus menasihati orang-orang di tesalonika yang tidak bekerja dan hidup tidak tertib, “Sebab juga waktu kami berada diantara kamu, kami memberi peringatan ini kepadamu: Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

 

Otoritas firman Tuhan secara jelas menjadi dasar, mengapa Paulus menggunakan firman Tuhan untuk menasihati jemaat yang tidak tertib, “Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.

 

Gereja lokal pada masa kini juga tidak bebas dari masalah. Gereja perlu menyelesaikan masalah itu secara bersama agar tidak melumpuhkan peran gereja di tengah masyarakat indonesia.

 

Nasihat firman Allah adalah cara terbaik mengembalikan orang pada kebenaran, bukannya pada debat yang hanya menimbulkan pertentangan.

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/10/nasihat-firman-tuhan.html

No comments:

Post a Comment