Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Damai Sejahtera Tuhan Kiranya Bertakhta Dalam Hidup kita

 



Cara Menulis Bebas Plagiarisme, KLIK DISINI!



                                     

Berapa besar persoalan, masalah, tantangan  yang datang dalam kehidupan kita  bukan menjadi alasan bahwa kita tidak mampu melewatinya, yang penting adalah,  bagaimana cara kita menghadapi persoalan, masalah dan tantangan itu. Jika kita menghadapi segala persoalan dengan kekuatan Allah yang besar, maka apapun persoalan itu kecil saja dibandingkan dengan Allah yang besar.
 

Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian. Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku. Kasih Karunia Yesus Kristus Tuhan kita, menyertai kamu sekalian.

(2 Tesalonika 3: 16-18)

 

Allah adalah Allah damai sejahtera. Damai sejahtera Tuhan yang mengalir dari Allah yang maha kuasa kepada manusia akan memampukan seorang manusia untuk hidup damai dengan dirinya sendiri dan dengan sesama manusia.  Karena itu perjuangan mewujudkan damai sejahtera Allah dapat terus dikerjakan oleh setiap orang dalam anugerah Tuhan.

Persoalan konflik yang menimbulkan perpecahan dalam jemaat, bukanlah terjadi karena kurang sempurnanya, gereja atau persekutuan antar jemaat, tetapi karena damai Allah tidak menguasai hidup seseorang. Kita menjadi sumber konflik bukan karena kita adalah korban konflik, melainkan karena damai sejahtera Allah tidak menguasai kita.

Pertarungan menjadi yang terbesar dalam sebuah persekutuan, antar denominasi gereja, antar kelompok menunjukkan bahwa Allah damai sejahtera tidak memguasai kita. Itulah sebabnya kita kerap tergoda menempatkan diri sebagai penguasa atas diri kita, tanpa peduli pada Allah yang berdaulat.

Menempatkan sesuatu pada posisi Allah, baik kemegahan diri, keinginan menjadi yang paling berkuasa, paling mulia, bahkan kekuatiran sekalipun hanya menunjukkan bahwa kita telah menempatkan diri kita sebagai Allah. Akibatnya, konflik, pertarungan, perang dan segala sesuatu yang jahat tampil menguasai diri kita, bukannya damai sejahtera Allah.

Jemaat di Tesalonika menghadapi tantangan dari luar jemaat, yakni orang-orang yang tidak suka dengan kehadiran jemaat di Tesalonika, dan juga persoalan dalam jemaat itu sendiri, yakni hadirnya anggota-anggota jemaat yang tidak tertib.

Paulus menasihatkan supaya jemaat Tesalonika tetap hidup dalam firman Tuhan, dan memberikan disiplin kepada anggota jemaat yang tidak tertib, untuk Kembali hidup dalam persekutuan yang sesuai dengan firman Tuhan.

 

Tantangan yang dihadapi jemaat Tesalonika yang berat, bukan halangan untuk mereka bertumbuh dalam Tuhan dalam perjuangan berat sekalipun. Karena persoalannya bukan berapa besar tantangan, ancaman yang datang dari luar kita, tapi, persoalannya adalah apakah damai sejahtera Allah ber-takhta dalam hati kita.

Allah yang besar akan memampukan kita menghadapi persoalan yang bagaimanapun besarnya, apalagi Allah yang besar itu telah berjanji kepada kita bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan ciptaannya.

Ibrani 13:5, menyatakan secara jelas.   “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu denga napa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman:, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Perkataan penting yang diutarakan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Yesus naik ke surga adalah janji penyertaan Tuhan, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Matius 28: 20)

 

Tidak ada alasan bahwa kita tidak bisa mentaati Allah karena kelemahan-kelemahan kita. Allah yang besar itu menjanjikan kekuatannya untuk memepukan kita mentaati Allah tia-tiap hari. Persoalannya adalah, apakah kita tiap-tiap hari memohon damai sejahtera Allah berkuasa dalam hati dan kehidupan kita?

Selamat hari minggu, muliakanlah Tuhan, karena Tuhan patut dimuliakan. Soli Deo Gloria!

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/11/damai-sejahtera-tuhan-kiranya-bertakhta.html

No comments:

Post a Comment