Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Kesetiaan Allah dan Ketidaksetiaan Manusia

 

 

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita adalah setia (I Korintus 1:9)

 

Paulus mengucap syukur kepada Allah atas kasih karunia Allah terhadap jemaat Korintus. Paulus yakin Allah yang setia akan memelihara jemaat Korintus untuk hidup memuliakan Allah.

Jemaat Korintus dipanggil menjadi umat Allah untuk melayani Allah. Dalam kehidupan Bersama tiap-tiap anggota jemaat diberikan karunia ilahi untuk kepentingan Bersama umat Allah.

 

Karunia-karunia Allah yang amat kaya dalam jemaat Korintus harus digunakan untuk kemuliaan Allah, dan demi pertumbuhan umat Allah untuk hidup dalam ketaatan sang kepala gereja, yaitu Yesus Kristus.

 

Setiap anggota jemaat harus bertumbuh menjadi seperti Kristus, dan pertumbuhan tiap anggota menjadi seperti Kristus itu berlangsung dalam persekutuan Bersama orang percaya.

Pertumbuhan setiap pribadi menjadi seperti Yesus berjalan seiring dengan pertumbuhan jemaat dari segi kualitas, yang kemudian akan disertai kuantitas.

Ironisnya, itu tidak terjadi dalam jemaat Korintus yang kaya dengan karunia-karunia rohani, karena itulah dalam surat Korintus, Paulus menegur jemaat Korintus untuk Kembali hidup setia mentaati Allah.

 

Realitas Jemaat di Korintus

Jemaat Korintus yang diberikan karunia-karunia Allah secara luar biasa, ternyata mempergunakan karunia pemberian Allah itu tidak sebagaimana mestinya. Mereka yang dikaruniai Allah itu bukan menggunakan karunia itu untuk membangun kehidupan Bersama dalam persekutuan Bersama, sebaliknya justru menjadi alat untuk menyombongkan karunia-karunia yang dianugerahkan Allah kepada mereka.

 

Karunia Allah yang sejatinya dipergunakan untuk pertumbuhan jemaat, kemudian beralih fungsi  menjadi alat pemecah belah jemaat.

Jemaat mengidolakan tokoh-tokoh dengan karunia tertentu, dan kemudian menyepelekan tokoh atau kelompok lain.

Perpecahan jemaat di Korintus menjadi persoalan yang menjadi perhatian Paulus dalam surat Korintus.

Ironisnya, jemaat yang kaya dengan berbagai karunia rohani itu bukan hanya hidup dalam perpecahan, tapi juga hidup dalam kehidupan yang tidak bermoral sebagaimana dilukiskan dalam kitab Roma 1:28-32.

 

Kesetiaan Allah

Paulus percaya Allah adalah Allah yang setia. Allah yang menganugerahi jemaat Korintus untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan sesama orang percaya untuk menjadi saksi Tuhan, dengan tujuan membawa semua manusia memuliakan Allah pencipta akan memelihara jemaat Korintus.

 

Keyakinan Allah yang setia akan memelihara jemaat Korintus menjadi dasar bagi Paulus untuk menegur, menasihati jemaat Korintus agar Kembali hidup dalam persekutuan dengan Allah dan sesama, serta hidup dalam kekudusan dalam anugerah Allah.

 

Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk menggunakan karunia-karunia Allah dengan benar yaitu untuk membangun jemaat, dan hidup dalam persekutuan dengan sesama.

 

Paulus juga mengingatkan jemaat di Korintus untuk hidup dalam kekudusan, sambil menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Jemaat yang berusaha hidup kudus, pada waktu berjumpa dengan Kristus akan disempurnakan dalam kekudusan Allah.

 

Jemaat Korintus yang hidup tidak setia kepada Allah diingatkan Paulus untuk Kembali kepada Allah yang setia dan hidup dalam ketaatan pada Allah.

 

Jika hari ini kita menyadari bahwa kita tidak setia kepada Allah, kembalilah kepada Allah yang setia dan hidup dalam persekutuan dengan sesama orang percaya untuk kemuliaan Tuhan.

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/12/kesetiaan-allah-dan-ketidaksetiaan-manusia.html

No comments:

Post a Comment