facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Penyertaan Tuhan Pada Masa Sulit

Penyertaan Tuhan Pada Masa Sulit






 

Penyertaan Tuhan pada masa Sulit
(Matius 28:16-20)
Minggu 21 Januari 2021
 

Pandemi, Banjir dan bencana lain bukan tidakan Tuhan, tetapi sesuatu yang diijinkan Tuhan, oleh karena tindakan manusia yang  menghancurkan bumi secara global. Gereja perlu membuat terobosan-terobosan penting untuk tetap mewujudkan panggilan Gereja saat masa sulit sekalipun. Karena Tuhan berjanjin akan menyertai gerejaNya sampai pada akhir zaman.

 

Pada satu sisi, kita setuju bahwa banyak penderitaan dan kesusahan dialami umat manusia diseantero dunia ini tanpa kecuali. Tapi pada sisi lain gereja juga perlu introspeksi diri untuk mengevaluasi apa yang telah gereja kerjakan, dan kemudian berusaha memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan, atau rencana Misi Allah untuk gereja pada masa sulit ini.

 

Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah gereja dapat melaksanakan panggilannya saat covid-19, bencana banjir, Tsunami, dan bencana- bencana lain yang terus terjadi?

 

Gereja Perlu Percaya Pada Kuasa Kebangkitan

Kematian Kristus di Kayu salib adalah untuk menggenapi rencana Bapa menyelamatkan manusia berdosa. Pada salib itu dosa manusia ditanggung oleh Yesus, sehingga manusia tidak perlu menerima kematian kekal, sebaliknya berhak menerima hidup kekal.

 

Kebangkitan Kristus memproklamasikan kemenangan Kristus terhadap Iblis dan sekaligus membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Karena itu mengingat kematian dan kebangkitan Kristus berarti memiliki pengharapan bahwa kita memiliki hidup kekal. Dan hidup itu lebih berharga dari segala sesuatu.

 

Umat Kristen dapat menghadapi penderitaan dalam kasih Tuhan untuk memuliakan Tuhan dengan percaya kuasa kebangkita Kristus. Karena itu penderitaan apapun yang dialami orang percaya tidak melampaui kasih Tuhan. Dan penderitaan apapun yang kita alami akan berlalu, sebaliknya hidup yang Tuhan berikan kepada kita tidak pernah berlalu, bahkan ketika kematian merenggut kehidupan sementara umat Kristen di dunia.

 

Gereja Perlu Belajar pada Pelayanan Para Rasul

Mereka yang menjadi murid Kristus mendapatkan otoritas Allah untuk menyaksikan kabar sukacita Injil. Lihatlah betapa agungnya otoritas Allah yang menyertai para Rasul. Bagaimana mungkin para rasul yang umumnya orang sederhana itu dapat menyampaikan kabar Injil yang merubah peradaban dunia? Tdak lain karena otoritas Allah menyertai pemberitaan para Rasul.

 

Gereja, umat Kristen masa kini perlu melakukan terobosan-terobosan penting untuk melayani pada masa sulit dengan bergantung pada otoritas Allah. Janji Tuhan bahwa penyertaan Tuhan diberikan kepada orang percaya sampai akhir zaman.

 

Pada masa sulit sekalipun Allah tidak pernah meninggalkan orang percaya, Allah tetap berdaulat atas segala sesuatu, dan pada waktunya mereka yang tidak mentaati Tuhan akan menghancurkan dirinya, dan juga alam tempat kediaman manusia. Tapi, karena kasih Tuhan, mereka yang hidup dalam kebenaran akan menerima hidup kekal dalam dunia yang baru, surga yang kekal.

 

Gereja Perlu Bertumbuh Menjadi Seperti Kristus

Sebagai seorang murid Kristus, umat Kristen perlu terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, untuk menjadi seperti Kristus.

Umat Kristen perlu mengalami pengalaman-pengalaman pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam kehidupan Kristen, dan tekun beribadah, menyerahkan hidup bagi kemuliaan Tuhan.

Umat Kristen juga wajib menjalankan misi Allah yakni menyaksikan kabar kematian dan kebangkitan Kristus yang menebus dosa manusia. Itu juga tugas misi Allah untuk umat Kristen masa kini.

Selamat hari minggu, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2021/02/penyertaan-tuhan-pada-masa-sulit.html


No comments:

Post a Comment