Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Yesus Kristus Dasar Bangunan Allah






Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (I Korintus 3:11)
 

Semua orang percaya adalah bangunan Allah, bait Allah. Sebagai bangunan Allah, kita semua perlu bertumbuh secara kualitas, menjadi bangunan Allah yang indah, menjadi media kesaksian tentang Kristus melalui keindahan kehidupan Kristen.

 Demikian juga sebagai jemaat lokal, perlu bertumbuh secara kualitas, tidak hanya bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas untuk menjadi jemaat lokal yang menghadirkan kemuliaan Kristus.

 

Untuk menjadi jemaat Lokal yang bertumbuh secara kualitas dan hidup memuliakan Kristus, Jemaat Korintus diperintahkan oleh Paulus memerhatikan 4 hal penting yang kerap diabaikan, bukan hanya oleh jemaat Korintus, tetapi juga banyak jemaat lokal pada masa kini.

 

1. Yesus Kristus sebagai dasar.

Dasar dari bangunan Allah adalah Yesus Kristus. Gereja tidak perlu menekankan doktrin tertentu, bahkan menganggap persetujuan pada doktrin tertentu sebagai dasar gereja. Apalagi mengatakan bahwa seluruh gereja harus menekankan doktrin tertentu yang dianggap penting.

 

Demikian juga dasar bangunan Allah bukanlah pengkhotbah yang terkenal, mereka yang tersohor cerdas, berkharisma. Dasar  utama untuk bangunan Allah adalah Yesus Kristus, karena itu pemberitaan tentang Kristus, atau proklamasi Injil Yesus Kristus harus menjadi berita sentral dalam jemaat lokal.

 

Gereja lokal tidak perlu mengadakan promosi untuk menambah kuantitas jumlah anggota jemaat dengan menggunakan dasar lain, kecuali Kristus. Paulus bahkan secara tegas mengatakan, fokus utama pemberitaannya adalah Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit kembali, dan akan datang sebagai hakim untuk semua umat manusia.

 

2. Firman Allah sebagai dasar

Pertumbuhan gereja lokal bisa dikatakan berkualitas jika makanan yang diberikan kepada jemaat lokal adalah makanan berupa firman Allah yang hidup. 

Yesus adalah Firman dan roti hidup. Makanan yang baik untuk pertumbuhan jemaat Lokal adalah firman Tuhan. Karena itu seorang hamba Tuhan perlu bertekun mempelajari firman Tuhan, dan mengkhotbahkannya dengan tekun. 

Pertumbuhan kuantitas jemaat yang tidak disertai kualitas suatu saat akan hancur. Itulah sebab nya Alkitab mengatakan:

 

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami. Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu”(I Korintus 3:12-13).

 

Bangunan Allah perlu dibangun menggunakan materi yang baik, yaitu firman Allah. Setiap gereja lokal perlu memperhatikan materi bangunan yang dibangun di atas dasar bangunan Allah.  

Paulus menulis tentang hikmat Allah dalam tiga pasal pertama surat Korinstus untuk mengingatkan Jemaat Korintus yang mengabaikan firman Allah, dan lebih mengidolakan tokoh-tokoh gereja, bukan Kristus, dan bukan firman Allah.

 

Mereka yang melayani di gereja perlu memerhatikan peringatan Paulus ini:

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” (I Korintu 3:16-17)


Mereka yang melayani Allah perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menggali firman Tuhan secara serius dan hidup dalam firman Tuhan, jika tidak maka sama saja dengan membangun jemaat dengan materi-materi murahan, yang suatu saat akan hancur. 

Dan jika mereka menghancurkan jemaat, karena membangun dengan menggunakan materi murahan, atau tidak berkualitas, bukan firman Allah, Tuhan akan menghukum mereka yang menghancurkan bait Allah itu.

 

3. Melayani sesuai rencana Allah.

Membangun gereja lokal tidak boleh sama seperti membangun sebuah kerajaan bisnis, meski tidak berarti kita sama sekali tidak boleh menggunakan prinsip-prinsip bisnis sama sekali. 

Kita tidak bisa membangun gereja lokal berdasarkan hikmat manusia, seperti pada saat membangun kerajaan bisnis.

Kerajaan bisnis bergantung pada promosi, prestise, pengaruh uang dan orang-orang penting. Sedang gereja seharusnya bergantung pada doa, kuasa Roh Kudus, Kerendahan hati, pengorbanan dan pelayanan. 

Gereja yang menyerupai dunia mungkin sukses pada suatu saat, tapi akan menjadi abu dalam kekekalan. Sebaliknya Gereja dalam Kisah Para Rasul tidak memiliki rahasia sukses tetapi tetap berperan penting hingga saat ini. 

Gereja pada masa Kisah Para rasul tidak memiliki bangunan yang megah, juga tidak memiliki pengaruh dalam pemerintahan, tidak memiliki banyak harta kekayaan, bahkan pemimpin gereja pada masa Kisah Para Rasul adalah orang-orang biasa yang tidak memiliki pendidikan khusus, mereka juga tidak memiliki banyak selebritis. Tetapi, gereja memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

 

Mereka yang melayani gereja lokal perlu mengerti rencana panggilan Allah, dan melayani bergantung pada hikmat Allah. Sehingga bangunan Allah yang dibangun itu akan memuliakan Kristus, dan memiliki peran penting untuk membawa banyak orang memuliakan Kristus.

 

4. Motivasi yang benar.

 Semua yang melayani gereja lokal, membangun bangunan Allah, perlu memiliki motivasi hanya untuk memuliakan Allah. 

Jemaat Korintus memuliakan manusia, sehingga terjadi perpecahan dalam jemaat. 

Gereja di Indonesia tidak perlu memuliakan tokoh-tokoh tertentu, dan saling mengidolakan tokoh-tokoh gereja tertentu, yang akhirnya akan berujung pada perpecahan demi perpecahan.


Motivasi melayani jemaat lokal adalah untuk kemuliaan Tuhan, maka tidak boleh ada seorang yang disebut tokoh gereja itu merasa menjadi orang penting, yang penting hanyalah Yesus Kristus, dasar bangunan Allah.

Apabila pelayan-pelayan gereja lokal memiliki motivasi hanya untuk memuliakan Kristus, maka usaha untuk mendorong pertumbuhan jemaat menuju kedewasaan merupakan hal utama. 

Hanya jemaat dewasa yang paham bahwa kemuliaan hanya bagi Kristus, dan teladan utama jemaat adalah Yesus Kristus.

 

Kiranya kita semua menjadi jemaat Kristen yang dewasa dengan Kristus sebagai dasar, dan dibangun dengan materi-materi berkualitas, yaitu firman Allah, sesuai dengan rencana Allah dan dengan motivasi untuk memuliakan Kristus.

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

 

 https://www.binsarhutabarat.com/2021/03/yesus-kristus-dasar-bangunan-allah.html

 

No comments:

Post a Comment