Allah Hakim Yang Adil

 



Allah Hakim Yang Adil


Jadi Bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orng lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa. (Roma 3:9)


Dosa adalah kuasa, manusia melakukan perbuatan-perbuatan dosa karena berada dalam kuasa dosa. Sebaliknya manusia melakukan kebenaran karena kuasa Allah yang memampukan manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran, yang telah membebaskannya dari perbudakan dosa.


Gereja tidak boleh jatuh pada kesombongan seperti orang Yahudi yang membanggakan diri sebagai orang pilihan Allah, menerima Taurat, tapi tidak hidup mentaati Taurat.


Semua manusia sama dihadapan Tuhan

Orang Yahudi memiliki keuntungan karena menerima Taurat, melalui Taurat orang Yahudi harusnya menyadari bahwa manusia tidak dapat mentaati Taurat secara sempurna dengan kekuatannya sendiri, karena itu Taurat mempersiapkan orang Yahudi untuk menerima pengorbanan Kristus di kayu salib (lihat Kitab Galatia) .


Melalui menerima pengorbanan Kristus di salib (menerima Injil) orang-orang yahudi diselamatkan karena anugerah Allah, yang memerdekakan mereka untuk hidup melayani Tuhan , melakukan perbuatan-perbutan kebenaran.


Yesu mati menanggung dosa manusia, dan kebangkitan Yesus merupakan proklamasi bahwa maut telah dikalahkan, dan tidak lagi berkuasa atas mereka yang percaya. Orang percaya dibebaskan dari kuasa dosa, untuk melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran.


Menerima pengorbanan Kristus di salib, menerima Injil harus hidup dalam ketaatan pada Allah, itulah sebabnya kita perlu berdoa untuk tiap-tiap hari dipimpin oleh Roh Kudus untuk melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran.


Berkat-berkat Allah yang dianugerahkan Allah kepada orang Yahudi bukan merupakan kelebihan orang Yahudi, karena itu tak perlu menjadi sombong, sebaliknya dengan rendah hati datang kepada Tuhan, menerima karya Kristus di kayu salib dan hidup dipenuhi Rph Kudus untuk hidup melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran.


Surat Roma diberikan juga kepada jemaat di Roma yang sebagian berasal dari bangsa-bangsa bukan Yahudi, bangsa Yunani. Alkitab mengatakan, bahwa semua orang berada dalam kuasa dosa.


Sejak Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, maka didalam Adam semua manusia dalam perbudakan dosa, dan gemar melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Tapi setelah pengorbanan Kristus di salib yang membebaskan manusia dari perbudakan dosa, termasuk orang Yunani, maka mereka yang percaya kepada pengorbanan Kristus di salib, berita Injil, dibebaskan dari perbudakan dosa, masuk dalam kerajaan Allah yang kekal, yang akan dinyatakan pada kedatangan Yesus yang kedua kali untuk menjemput orang-orang yang percaya.


Allah adalah hakim yang adil


Allah menghakimi semua manusia secara adil, Allah menghakimi manusia sesuai standar Allah, yaitu dengan kebenaran. Allah menghakimi manusia berdasarkan perbuatan.


Manusia yang percaya kepada Yesus, dan mengakui sebagai umat pilihan Allah, masuk sebagai anggota gereja tidak boleh sombong, tapi dengan takut dan gentar melayani Allah, dan memohon anugerah Allah untuk dipimpin Roh Kudus melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran.


Bukan hanya orang Yahudi yang tidak boleh sombong, orang Yunani yang berada dalam jemaat di Roma juga tidak boleh sombong, tapi mereka semua harus dengan rendah hati memohon kepada Allah untuk dapat hidup dalam kebenaran.


Hidup orang yang dibenarkan adalah hidup dalam ketaatan pada Allah dengan memohon, dan menyediakan diri untuk dipimpin Roh Kudusm hidup melakukan perbuatan-perbuatan kebenaran. 


Hidup menyaksikan Injil, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan hidup yang dipimpin okeh Roh Kudus, Hidup menjadi teladan bagi semua orang, dengan hidup seperti Yesus.



Dr. Binsar Antoni Hutabarat



https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/allah-hakim-yang-adil.html

Teologi Ilmiah Versus Klaim Absoluti

Apa yang saya maksudkan dengan teologi ilmiah? Tentu saja yang saya maksudkan dengan teologi ilmiah adalah segala usaha berteologi dengan menggunakan metode ilmiah. Tapi, teologi ilmiah itu saya tidak masukkan dalam ranah sains semata, karena teologi ilmiah yang saya maksudkan ini adalah bersumber pada Alkitab.

Pada waktu kita membaca Alkitab, kita menemukan fakta-fakta(data), Konsep( hubungan antar fakta/data), dan prosedural, misalnya bagaimana tahapan atau prosedur seorang bisa percaya kepada Allah.

Pada saat seseorang mengerjakan teologi ilmiah, maka pencarian kebenarannya perlu didasarkan pada data-data dalam Alkitab. 

Persoalannya kemudian adalah pada waktu kita membangun konsep tentang hubungan fakta-fakta dalam Alkitab itu kita tidak bisa bergantung pada data-data hasil riset Alkitab kita yang terbatas, sehingga untuk merumuskan sebuah konsep Alkitab berdasarkan data-data Alkitab itu kita perlu membandingkannya dengan pengakuan-pengakuan iman sepanjang sejarah, dan juga pada pandangan pakar-pakar Alkitab sepanjang zaman. 

Berdasarkan apa yang saya jelaskan di atas dapat dipahami, bahwa doktrin, atau konsep yang kita bangun dari data-data Alkitab itu tidak absolut. Jika kita mengatakan teologi yang sedang kita kerjakan adalah teologi ilmiah, maka kita tidak boleh mengatakan hasil penggalian Alkitab itu absolut, tapi kita mesti sedia membandingkannya dengan pandangan orang lain, dan juga bersedia untuk temuan-temuan itu di uji oleh siapapun.

Mereka yang membaca Alkitab dari sudut pandang disiplin Filsafat mesti hati-hati, karena filsafat itu sendiri merupakan metafisika, itulah sebabnya perdebatan filsafat hanya bergenit-genit pada teori. Jika kita membuat penelitian filsafat, pertanyaan penelitiannya itu bersifat metafisika, jadi tidak bisa diuji dengan data-data. Itulah sebabnya menurut saya, mereka yang belajar fiisafat juga perlu belajar penelitian empiris.

Kembali kepersoalan teologi ilmiah, apabila seseorang membangun teologi berdasarkan pada sudut pandang filsafat yang metafisik itu, maka bisa jatuh pada otonomi manusia, bukan otonomi Allah. Itulah sebabnya para apologet Kristen yang berlandaskan pada filsafat kerap merasa pandangannya paling rasional, yang lain dianggap tidak rasional, menurut mereka, karena tidak rasional itu pasti salah.

Jika kita belajar tentang logika sederhana, kita perlu menyadari bahwa semua premis mayor yang dirumuskan itu reduksi, karena generalisasi adalah reduksi. Karena itu semua turunan dari premis mayor, yaitu premis minor dan silogisme, itu relatif.

Menurut saya sudah waktunya kita perlu belajar dari yang lain, perlu menghargai domain ilmu yang berbeda. Usaha interdisiplin, transdisiplin, dan tidak boleh meminggirkan ilmu yang lain.

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

Mengasihi Tuhan Lebih Dari Segalanya

 


\




Mengasihi Tuhan Lebih Dari Segalanya


Tiap orang percaya mesti membuat keputusan satu kali dan untuk mengasihi Kristus sepenuhnya, dan , memikul salib dan mengikut Kristus.Matius 10:37 , Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku , ia tidak layak bagi-Ku; dan barang siapa mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.


Kasih dalam Matius 10:37 adalah motivasi bagi salib dalam Matius 10:38, Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu. Membawa salib bukan berarti menempel sticker di motor, mobil atau rumah. Itu berarti mengakui Kristus dan mentaati Kristus meskipun menderita dan malu. Itu berarti mati bagi diri kita tiap-tiap hari. Jika Tuhann pergi ke salib untuk kita, dan setidaknya kita dapat mengerjakan salib itu untuk Kristus. Menerima penderitaan untuk kemuliaan Kristus.


 


Matius 10:39 menegaskan bahwa, saat ini kita memiliki dua alternatif, menyayangkan hidup kita, atau mempersembahkan hidup kita. Tidak ada titik tengah.


Jika kita melindungi keinginan kita (cinta diri), kita akan kehilangan nyawa kita. Kita tidak memiliki keselamatan. Jika kita mati untuk diri, dan hidup untuk menyenangkan Kristus, kita akan menjadi pemenang.


 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat


https://www.binsarhutabarat.com/2020/11/mengasihi-tuhan-lebih-dari-segalanya.html

Allah Yang Patut Dimuliakan




Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah penuh hikmat, tetapi mereka menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak  fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.Roma 1:21-23)




Kemerosotan moral manusia terus terjadi ketika manusia merasa tidak perlu mengenal Allah Yang Benar. Manusia kemudian menurunkan Allah pencipta dan menduduki posisi Allah, lebih parah lagi kemudian manusia mendudukkan ciptaan Allah lainnya pada posisi Allah.

 

Manusia kehilangan nilai-nilai moral yang agung yang hanya ada pada diri Allah dengan menyangkali keberadaan Allah Yang Benar. Manusia yang melawan Allah yang benar akan mendirikan kebenarannya sendiri.

 

Memang ada kebenaran yang keluar dari manusia, tapi itu bukan produksi manusia, kebenaran itu hadir tanpa disadari manusia, kebenaran itu adalah wujud kasih Allah yang benar dan panjang sabar yang tak pernah meninggalkan ciptaan-Nya.

 

Kebenaran yang dilakukan manusia itu sesungguhnya terkait penciptaan manusia oleh Allah yang benar. Namun, secara keseluruhan segala sesuatu yang dilakukan manusia yang tidak menyembah Allah Yang Benar sama saja sebagai perlawanan kepada Allah Yang Benar.

 

Manusia terus menerus mengalami devolusi, manusia makin tidak bermoral, makin jahat, jika manusia tidak berbalik pada Allah Yang Benar, dan menjadikan kebenaran Allah itu dasar moral kehidupan manusia.

 

Hidup bersama antarmanusia yang menolak kebenaran itu penuh koflik yang tak berkesudahan. Itulah yang disaksikan sejarah kehidupan manusia berdosa.

 

Pengabaian Kebenaran

Pengabaian kebenaran bukanlah hal sederhana, karena pengabaian kebenaran sama saja memproklamasikan perlawanan kepada Allah. Kita perlu memikirkan, bagaimana mungkin manusia yang terbatas itu bisa menemukan kebenaran tentang Allah dengan melarikan diri dari Allah Yang benar?

 

Manusia yang terbatas dengan kemampuan rasio yang terbatas tak mungkin mencapai Allah Yang Benar dan Absolut. Manusia yang terbatas tak dapat menghindari kemerosotan moral dengan cara mendirikan kebenaran manusia.

 

Pengabaian kebenaran ternyata membawa manusia pada kebodohan. Manusia menempatkan diri pada posisi Allah, berarti manusia memproklamasikan diri sebagai maha tahu, maha hadir, tahu segala informasi, maha kuasa, bertindak semaunya sendiri, dan mampu mencukupkan dirinya sendiri, itu adalah kebodohan yang lahir dari pengabaian kebenaran.

 

Kemudian ketika manusia memproklamasikan binatang-binatang dan benda-benda ciptaan manusia menempati posis Allah, usaha itu sama saja menurunkan nilai manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia. Moralitas manusai terus merosot tanpa mengakui keberadaan Allah Yang Benar.

 

Hanya Allah Yang Patut dimuliakan

Allah yang benar, tak terbatas dan sempurna itu adalah pusat kehidupan dan kebenaran. Melarikan diri dari Allah pencipta yang benar hanya akan menghasilkan kemerosotan demi kemerosotan dalam kehidupan manusia.

 

Manusia yang menjauh dari Allah akan terus menerus mengalami devolusi. Pada sisi lain, evolusi adalah penyangkalan terhadap manusia yang terus mengalami devolusi.

 

Menyangkali Allah Yang Benar, apalagi dengan mendasari pada keyakinan evolusi, sama saja dengan menyombongkan keterbatasan dan kebodohan manusia.

 

Evolusi tak pernah terjadi dalam kehidupan manusia, karena pada realitasnya manusia yang menjauh dari Allah akan terus bertambah jahat. Menindas kebenaran dengan kelaliman.

 

Berbalik pada Allah yang benar adalah jalan satu-satunya untuk menekan kemerosotan moral manusia.Tuhan dimuliakan.

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

 https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/allah-yang-patut-dimuliakan.html

 

 

 

 

 


Kemuliaan Kerajaan Yang Tak Tergoncangkan







Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. (Ibrani 12:28)


Sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, dunia kerap bergoncang. 


Goncangan air bah, peristiwa Menara Babel, hingga pembuangan umat Allah yang mengakibatkan umat Allah hidup dalam diaspora, menjadi bukti, bahwa goncangan akan terus ada dalam dunia, bahkan makin hebat.


Pada saat kedatangan Yesus kedunia, hingga kematian Yesus disalib, Kerajaan Allah yang dibawa Yesus telah menggoncangan kerajaan-kerajaan dunia. Kerajaan Iblis dan pengikut-pengikutnya tergoncang karena kehadiran kerajaan Allah.

Kehadiran kerajaan Allah telah menggoncangkan Iblis dan pengikutnya. Meski, kerajaan yang bergoncang itu kerap berusaha menggoncangkan kerajaan Allah yang tak tergoncangkan. 

Namun, kerajaan Allah tetap tak tergoncangkan, sebaliknya kerajaan-kerajaan dunialah yang tergoncang dengan kehadiran kerajaan Allah. Pada akhir zaman Allah akan menggoncangkan dan melenyapkan semua kerajaan yang bergoncang itu.


Kemuliaan Kerajaan yang Tak Tergoncangkan

Ibrani 12: 18-24 menjelaskan tentang kemuliaan Kerajaan Allah yang tak tergoncangkan. Kehadiran 10 Hukum Allah telah menggoncangkan umat Israel yang dipimpin Musa. 

Tuhan Allah yang memberikan hukum-hukum Allah untuk diterapkan dalam kehidupan umat Israel telah menggocangkan bangsa yang tegar tengkuk itu. Bangsa yang kerap melawan Allah meski kasih Allah setia menaungi mereka.

Gambaran ketidaktaatan umat Allah dalam Perjanjian Lama dilukiskan dengan kehadiran Yosua dan Kaleb ke tanah Kanaan. Kecuali Yosua dan Kaleb tidak ada umat Allah yang keluar dari Mesir yang masuk ke tanah Kanaan.

Kitab Ibrani melukiskan dengan jelas keutamaan Kristus. Kristus yang mati disalib untuk menebus dosa manusia telah hadir ditengah-tengah dunia. Imanuel, Allah beserta kita.

Apabila umat Allah dalam Perjanjian Lama begitu gemetar dan takut saat Tuhan memberikan sepuluh hukum. Kejadian berbeda terjadi pada waktu kehadiran Yesus, firman yang hidup itu, hadir dalam kehidupan umat manusia berdosa justru untuk mendamaikan manusia dengan Allah yang suci

Kristus yang mati menebus dosa manusia itu adalah Imam Allah yang maha agung, Yesus adalah jalan keselamatan. Melalui pengorbanan Yesus disalib mereka yang percaya, dan menerima percikan darah Yesus akan diselamatkan.


Firman Allah itu diam dalam hati orang percaya oleh karya Roh Kudus, dan firman Itu diam dalam pikiran kita oleh karya Roh Kudus. Karya keselamatan Allah di kayu salib diterapkan melalui kehadiran Roh Kudus dalam hidup orang percaya.


Orang percaya dapat menghadap Allah tanpa takut dan gentar, seperti orang-orang dalam perjanjian lama. Karena itu kitab Ibrani mengingatkan orang percaya untuk bersyukur atas kasih karunia Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Yesus di salib.


Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah cara kita menerapkan kasih karunia Allah yang dilimpahkan kepada kita?


1. Bersyukur menjadi bagian dari Kerajaan yang tak tergoncangkan.

Menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat  pribadi berarti menerima kerajaan yang tak tergoncangkan. Secara bersamaan juga menghantarkan orang percaya untuk dapat menghampiri hadirat Allah tanpa takut dan gentar.


Apabila pada masa Perjanjian Lama umat Allah gemetar menerima sepuluh hukum Allah, dan imam-imam hanya dapat memasuki ruang maha kudus dengan pengorbanan darah binatang. 

Berbeda dengan masa Perjanjian Baru, tirai yang memisahkan ruang kudus dan ruang maha kudus itu telah terkoyak. Karena itu, mereka yang percaya kepada pengorbanan kristus di salib dapat menghampiri hadirat Allah tanpa pengorbanan darah binatang.


Menerima kerajaan yang tak tergoncangkan berarti menerima pengampunan dosa dan terus menerus hidup dalam pengudusan untuk tiap-tiap hari berubah menjadi seperti Kristus.

Orang percaya pada masa kini patut bersyukur atas anugerah Tuhan yang besar. Kasih karunia Allah diberikan kepada orang percaya secara cuma-cuma. Karena itu pada masa sulit seperti saat ini, kita mesti tetap bersyukur kepada Allah yang berdaulat yang telah menganugerahkan keselamatan bagi orang percaya.


2. Bersyukur atas goncangan yang kita alami dengan memaknai goncangan sebagai didikan Tuhan untuk kebaikan orang percaya.

Kitab Ibrani menasihati umat Allah untuk tetap bertekun dalam melayani Tuhan dan tetap hidup memuliakan Tuhan ketika menghadapi penderitaan. Contoh-contoh pahlawan iman mengingatkan mereka bahwa Allah tetap setia.

Pahlawan-pahlawan iman menyaksikan, bahwa meskipun mereka tidak mendapatkan apa yang harus mereka terima di dunia ini, mereka tetap percaya, bahwa mereka akan menerima jauh lebih banyak pada kehidupan di surga kekal.

Mereka yang percaya kepada Yesus akan masuk ke Yerusalem baru, hidup selama-lamanya bersama dengan Yesus sang kepala gereja. Karena itu umat Allah perlu mengarahkan pandangan mereka pada kehidupan kekal yang dijanjikan kepada orang percaya.

Apabila umat Allah mengikuti teladan Yesus dan memandang pada janji Allah akan hidup yang kekal, maka penderitaan apapun yang dialami orang percaya tidak akan mengalihkannya pada harapan yang diberikan oleh Yesus, yakni hidup bersama-sama dengan Yesus dalam kehidupan kekal.


Orang percaya perlu waspada terhadap bahaya kemurtadan, yakni mengalihkan pandangannya bukan kepada Yesus, tetapi kepada yang lain. Baik itu ajaran-ajaran yang tidak benar, atau kehidupan dalam dosa.

Esau adalah sebuah pelajaran penting bagi orang percaya agar menghargai kasih karunia Allah yang diberikan melalui pengorbanan Kristus di salib. Mereka yang menyangkali Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan beralih kepada kepercayaan lain, serta hidup dengan tidak menjaga kekudusan, akan mengalami kemurtadan, dan bisa jadi tak akan menerima kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus.


Kitab Ibrani juga menasihati umat Allah, bahwa penderitaan yang mereka alami dalam Tuhan, harus dianggap sebagai didikan, agar mereka menjadi dewasa dalam Tuhan. 

Orang percaya yang menerima didikan Tuhan akan memahami betapa pentingnya hidup dalam kekudusan, hidup dalam kerajaan yang tak tergoncangkan. 

Orang percaya akan digoncangkan dengan berbagai goncangan, namun ketika mereka bertahan dalam tantangan dan penderitaan, mereka akan menyadari bahwa mereka telah menerima kerajaan yang tak tergoncangkan.

Karena itu, apapun yang menggoncangkan orang percaya, apabila mereka tetap tekun mengiring Tuhan, mereka tidak akan tergoncangkan, bahkan mereka akan makin kuat berpegang pada kerajaan yang tak tergoncangkan.


3. Dedikasi warga kerajaan yang tak tergoncangkan.


Kerajaan-kerajaan dunia akan terus bergoncang, dan suatu saat Allah, Raja kerajaan yang tak tergoncangkan itu akan menggoncangkan semua kerajaan-kerajaan itu. 

Yang ada hanyalah kerajaan yang tak tergocangkan. Karena itu sebagai warga kerajaan yang tergoncangkan kita harus hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Mereka yang menjadi warga kerajaan tak tergoncangkan itu wajib:

1. Bertumbuh dalam Firman Tuhan

2. Hidup dalam ketaatan terhadap firman Tuhan.

3. Mengasihi Allah dan sesama.

4. Tetaplah beribadah kepada Allah dengan benar.

5. Bekerja dengan dedikasi tinggi.

6. Bersaksi tentang kehadiran Injil, kabar sukacita keselamatan Allah dalam Yesus Kristus.

7. Menjalankan Misi Allah, panggilan Allah untuk kita masing-masing.

Badai corona memang belum sepenuhnya berlalu, tapi kedaulatan Tuhan tidak beranjak sedikitpun dari bumi ini. 

Jadilah bagian dari kerajaan yang tak tergoncangkan, agar kita tak tergocangkan oleh goncangan apapun juga.


Dr. Binsar Antoni Hutabarat

Hidup Memuliakan Allah

 





 

Hidup Memuliakan Allah

 

“ Adalah seorang keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh dipinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh ditanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian lagi jatuh ditanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah sijahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan….Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batau ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan ditengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia itu dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Matius 13: 3-8; 13:19-23)

 

Manusia yang diciptakan Allah baik adanya telah meninggalkan Allah, dan kemudian mendirikan kebenarannya sendiri. Tapi, Allah yang setia itu tak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya dan terus menjangkau manusia untuk berbalik kepada Allah, hidup memuliakan Allah.

 

 

 

Manusia mengalami devolusi

Manusia menuruti bujukan iblis untuk menjadi seperti Allah dan melarikan diri dari kebergantungan dengan Allah.

Manusia yang meninggikan dirinya pada posisi Allah secara bersamaan juga merendahkan dirinya, manusia mengalami devolusi di luar Allah.

 

Lebih parah lagi manusia menjadikan  alam, dan ciptaan lain yang diciptakan untuk manusia sebagai pusat penyembahan. Manusia merendahkan dirinya sendiri dengan memosisikan dirinya menjadi sama  dengan binatang, dan ciptaan lainnya, bahkan lebih rendah dari ciptaan lainnya.

 

Allah yang maha kasih tidak pernah meninggalkan ciptaan-Nya. Allah menyapa Adam dan Hawa di taman Eden, dan memberikan pakaian dari kulit binatang, itu adalah sebuah simbol bahwa Allah akan mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa manusia, dan itu digenapi pada pengorbanan Yesus di kayu salib.

 

Pengorbanan  Yesus di salib cukup untuk semua manusia

Berita Injil tentang pengorbanan Yesus di kayu salib itu diberitakan ke seluruh dunia, sayangnya dari empat jenis orang yang menerima berita injil, hanya satu kelompok orang yang memiliki tanah yang subur.

 

Cerita tentang penabur yang menaburkan benih yang jatuh pada empat tempat sesungguhnya menggambarkan respon penerima berita Injil.

 

Injil memang akan diberitakan ke seluruh dunia, tetapi hanya sedikit orang yang dipilih Tuhan, yakni mereka yang hidup mentaati kebenaran firman Tuhan.

 

Hidup memuliakan Allah

Pada masa sulit ini kita patut merendahkan hati, datang ke tahta Allah yang maha kasih, agar anugerahNya dicurahkan pada kita untuk hidup berbuah, hidup memuliakan Tuhan. Kehidupan yang sulit bagaimanapun juga bukan alasan untuk tidak hidup mentaati Tuhan.

 

Allah yang besar akan memampukan kita melewati persoalan-persoalan besar, karena Allah yang besar itu lebih besar dari segala persoalan kita. Tuhan dimuliakan.

 

Dr. Binsar Antoni Hutabarat


https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/hidup-memuliakan-allah.html

Doa Untuk Indonesia

 





 

Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi, Allah yang memperkenankan kami menyapa Dikau sebagai Bapa. Patutlah nama-Mu diagungkan di Bumi dan di Sorga. Biarlah segala yang bernafas memuliakan dikau Allah Yang Setia dan tak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya.

Bapa, ampunilah kami rakyat Indonesia yang kerap dipenuhi dosa dan kesalahan, ketidakmampuan kami untuk saling menghargai dalam hidup bersama dan bekerjasama untuk memutus rantai penyebaran virus corona. 

Ampunilah kami yang egois, yang selalu berusaha menyelematkan diri sendiri dan tidak peduli pada kehidupan bersama, sehingga pernah terjadi di negeri ini penolakan pemakaman mereka yang meninggal karena covid-19. Dan pernah terjadi juga kejadian melambungnya harga obat-obatan, vitamin-vitamin sehingga saudara-saudara kami banyak yang kesulitan mendapatkannya.

Hari ini Aku berdoa Bapa, kiranya kasih kemurahan dikau curahkan untuk kami yang tinggal di Indonesia. Dikau melihat betapa menderitanya banyak saudara, dan keluarga-keluarga  yang terinfeksi Covid-19. 

Untuk mereka yang Dikau panggil pulang kedalam Kerajaan-Mu anugerahilah mereka tempat yang baik pada Sorga kekal, dengarkanlah pergumulan mereka ketika menderita sakit dan kemudian menghadap tahta kemuliaan Tuhan.

Kuatkan dan hiburkan juga saudara, keluarga yang mengalami kehilangan orang-orang yang mereka kasihi, secara khusus bagi mereka yang ditinggal oleh anggota keluarga yang menjadi penopang hidup keluarga itu. 

Kemurahan Tuhan kiranya menolong mereka untuk dapat menjalani hidup dengan tetap menerima kehendak dikau Tuhan yang agung.

Untuk mereka yang saat ini sedang menderita sakit karena terinfeksi covid-19, mereka yang isoma, maupun mereka yang dirawat dirumah sakit, bahkan mereka yang terpaksa menerima perawatan dengan fasilitas terbatas, Tuhan, hiburkanlah mereka, biarlah damai Tuhan, kekuatan Tuhan memampukan menjalani kondisi itu dengan berserah kepada kasih dan karunia Tuhan.

Untuk mereka yang terdampak pandemi dengan kehilangan pekerjaan serta mata pencaharian, Tuhan kiranya dikau mencukupkan kebutuhan hidup mereka. 

Bantuan pemerintah untuk mereka yang terdampak kiranya dapat tersalurkan dengan baik. Kiranya tak ada oknum pemerintah, atau eleman bangsa lain yang menggunakan masa sulit ini untuk mencari keuntungan pribadi, memuaskan hidup pribadi dengan mengeruk kekayaan berlimpah ditengah banyak orang yang menderita. Apalagi melakukan korupsi dana bencana.

Aku percaya Tuhan, dikau adalah Allah yang Maha Kuasa, berdaulat di bumi dan disorga. Aku percaya Kasih setia Tuhan cukup untuk menolong semua kami yang ada di negeri yang berada dalam kedukaan ini. 

Lihatlah tangan kami yang terulur kepada dikau Tuhan, tangan yang lunglai yang tak memiliki apa-apa, kecuali sebuah permohonan kepada dikau Tuhan.

 Kiranya kemurahan Tuhan menyucikan Indonesia dari Virus corona. Di dalam nama Yesus yang telah berkorban di salib untuk penebusan dosa, doa syafaat ini aku naikkan kepada dikau Tuhan, Bapa Yang Baik.

Amin.

Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/doa-untuk-indonesia.html

Doa Syafaat Untuk Indonesia




 

Ajakan Menteri Agama untuk berdoa bagi Indonesia yang dikemas dalam momentum Hening Cipta Indonesia yang akan digelar serentak pada Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 10.07 WIB selama 60 detik perlu direspon positif oleh semua elemen bangsa.

Mereka yang wafat karena covid 19 di Indonesia terus meningkat, dan jumlah yang terinfeksi covid-19 di Indonesia telah menembus rekor dunia.

Semua orang Indonesia adalah orang yang beragama, berarti percaya bahwa kedaulatan ada pada tangan Tuhan yang Maha Kuasa. 

Karena itu sudah sepatutnyalah ajakan doa bersama itu direspon oleh semua orang yang beragama di indonesia.

Inilah saatnya semua orang di Indonesia bersama, bersehati berdoa memohon kepada Sang Pencipta agar Tuhan Yang Maha Kuasa menyucikan alam Indonesia dan bebas dari covid-19, demikian juga seluruh penjuru dunia.


Berikut ini adalah siaran pers Kementerian Agama terkait Dian dan Hening Cipta.



Siaran Pers

Kementerian Agama


Ribuan Orang Wafat, Menag Ajak Masyarakat Doa dan Hening Cipta


Ribuan masyarakat Indonesia meninggal karena pandemi Covid-19. Mereka berasal dari tenaga kesehatan, para relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya. Data Satgas Penanganan Covid-19, saat ini lebih 62 ribu masyarakat Indonesia yang meninggal dari 2,38 juta kasus Covid-19.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat untuk mendoakan hal terbaik bagi yang wafat karena pandemi Covid-19. Ajakan ini dikemas dalam momentum Hening Cipta Indonesia yang akan digelar serentak pada Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 10.07 WIB selama 60 detik. 


“Pada hari Sabtu, 10 Juli 2021, jam 10.07 WIB, mari kita heningkan cipta selama 60 detik. Hentikan sejenak segala aktivitas, mendoakan yang terbaik untuk para nakes, relawan, masyarakat dan semua yang telah mendahului kita,” ajak Menag di Jakarta, Jumat (9/7/2021).


Mengheningkan cipta dilakukan dengan berdiam diri, merenung, berdoa, mengenang mereka yang telah gugur. Mengheningkan cipta juga menjadi  bentuk penghormatan kepada mereka yang telah wafat.


Menag berharap Hening Cipta Indonesia ini dapat menumbuhkan kekuatan solidaritas bersama untuk bersinergi dan gotong royong dalam menghadapi pandemi. Hening Cipta Indonesia juga diharapkan memberikan kesadaran tentang betapa pentingnya nikmat kesehatan sehingga harus dijaga dengan baik.


Selain mendoakan mereka yang telah meninggal karena pandemi, Menag juga mengajak umat berdoa bagi keselamatan bangsa. 


“Mari seluruh rakyat Indonesia, kita heningkan cipta bersama, melangitkan doa, agar pandemi covid-19 segera sirna. Dan mari kita selalu #PrayFromHome, berdoa dari rumah di tengah kita Work From Home, bekerja dari rumah,” harap pria yang akrab disapa Gus Yaqut


“Sekali lagi saya mengajak seluruh rakyat Indonesia hening cipta selama 60 detik pada Sabtu 10 Juli 2021 jam 10.07. Mari doakan mereka yang sudah wafat dan doakan pandemi segera berakhir. Dari rumah kita semua berdoa untuk Indonesia sehat,” tandasnya.


Humas


https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/doa-syafaat-untuk-indonesia.html

Ayo Vaksin dan Terapkan 5 M

Aksi Posko Solidaritas Vaksin PSI Jakarta, Partai yang tersohor dinakhodai ana-anak muda ini boleh dikatakan memikat. Lihat saja aksi kreatif dan inovatif yang direspon masyarakat yang memenuhi Posko Solidaritas Vaksin PSI Jakarta, Minggu 4 Juli 2021, bertempat di Kantor Sekretariat DPW PSI, Jalan Wahid Hasyim No. 8A , Menteng, Jakarta.


Cara jitu menurunkan pandemi Covid-19 sebenarnya bukan lagi rahasia umum, keberhasilan India menurunkan angka positif covid-19 yang sempat menghebohkan dunia dengan jumlah kematian yang terbilang terbesar di dunia, bisa jadi contoh terbaru, yaitu dengan meningkatkan test covid dan menyelenggarakan Vaksinasi massal. 

Dengan strategi itu India berhasil menurunkan penyebaran covid-19,  delapan kali lebih rendah dari kondisi sebelumnya.




Pemerintah bertekat bahwa pada Agustus ini 70 persen masyarakat yang bermukim di Jawa dan Bali telah menerima Vaksinasi, setidaknya vaksinasi pertama.

Berita tentang banyaknya masyarakat yang menantikan untuk di Vaksin dan tak kunjung mendapatkan berita kapan eksekusi vaksinasi dilaksanakan bukan berita langka.

Seluruh elemen masyarakat di negeri ini perlu mendukung usaha pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, apalagi dengan kehadiran varian" delta" yang bisa hadir tanpa gejala pada penderita covid varian alpa dan beta.

Partai politik yang dipilih oleh masyarakat, perlu mengambil contoh gerakan Partai Solidaritas Indonesia yang mengusahakan Vaksinasi bagi masyarakat.



Sudah waktunya semua rakyat di negeri ini berjuang bersama menyelamatkan negeri ini dari serbuan varian "delta" atau varian lainnya yang lebih ganas.

Rumah-rumah sakit banyak yang dipenuhi pasien hingga kapasitas 100 persen, belum lagi kesulitan mendapatkan oksigen telah mengakibatkan beberapa pasien tak tertolong.

Miris sekali ketika melewati jalan Saharjo pada minggu 5/7 saya melihat antrian mereka yang membeli oksigen tumpah ruah dijalan raya, dan sempat mengganggu lalu lintas, itu bukan dongeng, tapi itu adalah fakta.

Kita tidak bisa sekadar berwacana, tapi kita harus melakukan tindakan nyata, yakni mendukung program vaksinasi, dan menyediakan pelayanan vaksinasi yang mudah dan dapat dijangkau oleh semua orang Indonesia.

Demikian juga vaksinasi yang perlu dilakukan pada anak-anak usia 12-18 tahun, tentu saja perlu melibatkan pihak sekolah. 

Menyelenggarakan pembelajaran tatap muka tanpa vaksinasi terhadap siswa bisa jadi sebuah ketelodoran yang akan berdampak negatif, karena itu pihak sekolah perlu proaktif untuk menjamin berlangsungnya pembelajaran tatap muka jika memang sudah bisa dilaksanakan. 

Mari Vaksin dan tetap jaga 5 M untuk Indonesia Jaya.

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/ayo-vaksin-dan-terapkan-5-m.html

Evolusi menyangkali kebenaran

 




 

Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. (Roma 1:18-19)


Manusia terus menerus mengalami kemunduran, manusia yang diciptakan Allah baik adanya itu, makin lama makin jahat. Hanya karena anugerah Allah manusia dapat diperbaharui oleh Allah dan berubah menjadi seperti Kristus.


Devolusi

Sejak penciptaan, Allah telah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Taman Eden tempat Adam dan Hawa ditempatkan Allah adalah saksi kebaikan Allah yang menciptakan manusia. Tapi, secara bersamaan Taman Eden adalah saksi bahwa manusia yang diciptakan Allah baik adanya itu telah menindas kebenaran Allah, bukannya mentaatinya.


Di Taman Eden juga Manusia memproklamasikan dukungannya pada Iblis untuk melawan Allah. Itulah sebabnya manusia mengalami kemerosotan moral. Manusia yang dikeluarkan dari taman Eden itu kerap menebar kejahatan, dan bukannya mentaati Allah yang benar.


Peristiwa pembunuhan Habel oleh Kain adalah bukti bahwa kelaliman manusia menindas kebenaran. Belum lagi peristiwa Air bah yang menggambarkan murka Allah atas kelaliman manusia. Peristiwa Menara Babel saat Allah menceraiberaikan manusia, sampai pada peristiwa Sodom dan Gomora.


Pembuangan umat Allah merupakan bukti bahwa Allah yang benar tidak berkenan dengan kelaliman manusia, tapi manusia terus menerus bertambah jahat, dan mengalami banyak penderitaan


Alkitab jelas mengatakan bahwa manusia terus menerus mengalami devolusi di luar Allah, manusia makin lama makin jahat, dan hanya mungkin mengalami titik bali jika berbalik kepada Allah.


Evolusi menyangkali kebenaran

Manusia yang menolak Allah kemudian mendirikan kebenarannya sendiri. Salah satu pernyataan kebenaran manusia yang menindas kebenaran Allah adalah apa yang dinyatakan oleh evolusi. Menurut Evolusi manusia tidak makin lama makin jahat (devolusi), tetapi makin lama makin baik, makin sempurna (evolusi).


Menerima evolusi sesungguhnya sama saja mengatakan bahwa manusia di dalam dirinya dapat mencukupkan dirinya sendiri, bahkan dapat menjadi sangat hebat. Itulah sebabnya mereka yang menerima evolusi tidak merasa perlu akan Allah, dan terus menerus menindas kebenaran degan kelaliman.


Manusia selalu berusaha mencukupkan diri dengan mengusahakan teknologi mutakhir untuk memproduksi kebutuhan hidupnya, tapi hingga saat ini dunia tetap saja tak pernah luput dari ancaman kelaparan. Entah berapa banyak orang mati karena kelaparan.


Manusia yang merasa diri maha kuasa berusaha menggunakan teknologi untuk menjadikan dirinya berkuasa, dan kekuatan teknologi itu kerap digunakan untuk  membunuh sesamanya, baik itu berupa teknologi senjata apai, sampai pada senjata-senjata kimia.


Bahkan sempat tersiar isu, bahwa Covid-19 pun akibat dari kegagalan manusia mengelola senjata kuman yang mematikan. Kita berharap itu tidak terjadi, apalagi dampak pandemi covid-19 yang melanda seluruh pelosok dunia. Covid menyasar negara-negara maju dan juga negara-negara berkembang.


Berbalik pada Kebenaran


Tak ada manusia yang tak dapat melihat Allah, setidaknya manusia dapat melihat Allah dari penciptaan manusia dan penciptaan Alam semesta. Allah yang besar, lebih besar dari alam semesta, karena itu Allah yang besar itu dapat menciptakan alam semesta.


Jika kita jujur, tak ada seorangpun yang memiliki kendali atas dirinya, maupun atas orang lain, demikian juga atas alam. Karena hanya pencipta alam semesta yang dapat mengendalikan alam semesta.


Peristiwa pandemi covid-19 juga merupakan bukti bahwa manusia tak dapat mengendalikan alam semesta. Pada masa pandemi covid-19 ini sudah sepatutnya kita kembali kepada kebenaran, Allah pencipta dunia ini, untuk bisa berdamai dengan sesama, dan mengelola alam dengan bijak, atau berdamai dengan alam semesta.


Pada mulanya adalah kebenaran, maka kita yang diciptakan oleh kebenaran itu wajib hidup benar, mentaati Allah yang benar, dan dengan jalan itulah kita bisa berdamai dengan sesama dan berdamai dengan Alam.

Tuhan dimuliakan.

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2021/07/evolusi-menyangkali-kebenaran.html