facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Manokwari Gerbang Injil ke Tanah Papua

Manokwari Gerbang Injil ke Tanah Papua







Manokwari Gerbang Injil ke Tanah Papua

 

Manokwari adalah ibu kota provinsi Papua Barat, sebuah provinsi baru setelah pemekaran dari provinsi Papua[1] (Irian Jaya). Setelah pemekaran, Papua dibagi menjadi dua provinsi yakni Provinsi Papua dengan ibu kotanya Jayapura, dan Papua Barat dengan ibu kotanya Manokwari. Usulan pemekaran untuk Papua masih terus berlangsung, dan menimbulkan banyak kontroversi. Persoalan utamnya adalah usulan pemekaran bukan berasal dari masyarakat Papua, tetapi dari luar Papua.

 

Papua adalah daerah terakhir yang masuk menjadi bagian wilayah Republik Indonesia. Tepatnya, tanggal 1 Mei 1963, Irian Barat—kini  disebut Papua—resmi  menjadi wilayah Republik Indonesia.[2] Nama Irian Barat kemudian diganti menjadi Irian Jaya. Nama ini adalah usulan Frans Kaisepo, seorang yang pernah menjadi Gubernur Papua. Nama Irian populer sebagai akronim “ Ikut (pro) Republik Indonesia Anti Nederland”.

 

Nama Irian Jaya Barat ini ditetapkan oleh undang-undang nomor 45 tahun 1999, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2007 tanggal 18 April 2007, pada masa Presiden Abdurrahman Wahid nama Irian Jaya dirubah kembali menjadi Papua atas usulan masyarakat Papua.[3]

 

Pada masa reformasi, Presiden Abdurahman Wahid mengubah nama Irian menjadi Papua. Rakyat Papua sesungguhnya tidak ingin daerahnya terbagi-bagi, karena umumnya mereka mengakui sebagi sebuah komunitas yang satu, yakni provinsi Papua. Itulah sebabnya kehadiran provinsai Papua Barat awalnya  menimbulkan kontroversi, namun, akhirnya berhasil mencapai kesepakatan. Karena pada umumnya orang Papua tidak ingin terpisah menjadi beberapa provinsi. Masyarakat Papua mengakui bahwa mereka adalah satu, dan mesti berada dalam satu Provinsi, yaitu provinsi Papua. Pemekaran daerah oleh sebagian orang Papua dianggap sebagai ancaman bagi orang-orang asli Papua.[4]Pemekaran daerah dicurigai menjadi alat untuk memecah belah Papua.

 

Wilayah Provinsi Papua Barat meliputi kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi Papua Barat dibatasi oleh Samudra pasifik, bagian barat berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Maluku, sedang dibagian timurnya dibatasi oleh Teluk Cendrawasih, bagian selatan dengan laut Seram dan tenggara berbatasan dengan Provinsi Papua.

 

Meski Provinsi Papua Barat telah menjadi provinsi sendiri, Provinsi ini tetap mendapat perlakuan khusus seperti juga provinsi induknya, yaitu Papua. Pada tanggal 5 April 2004, provinsi ini juga telah mempunyai KPUD (komisi Pemilihan Umum Daerah) yang telah berhasil menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya.

 

Papua Barat merupakan daerah yang memiliki potensi luar biasa, baik kesuburan alamnya, kandungan barang-barang tambang, hasil hutan maupun keindahan alamnya sebagai tempat pariwisata. Belum lagi hasil laut seperti mutiara dan rumput laut. Papua Barat juga telah memiliki industri tradisional tenun ikat kain Timor yang dihasilkan di Sorong.

 

Papua Barat sendiri terbagi atas 9 Kabupaten dan Kota, yaitu : Kabupaten Fak-Fak, Kaimana, Manokwari, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kota Sorong. Sedang Manokwari sebagai ibu kota Provinsi terbagi atas 12 kecamatan dan 132 desa.

 

Kabupaten Manokwari yang adalah ibukota provinsi papua Barat biasa disebut sebagai kota buah-buahan, karena kesuburan tanahnya yang menghasilkan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Manokwari memiliki kemajemukan suku, penduduk Asli Manokwari terdiri dari beberapa suku, yaitu Sough, Karon, Hatam, Meyeh dan Wamesa, suku-suku itu memiliki budaya yang berbeda satu sama lain.

 

Letak Manokwari dibatasi oleh Samudra pasifik di sebelah utara, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Panial di sebelah Selatan, Kabupaten Biak Numfor di sebelah Timur dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong. Topografi Manokwari umumnya adalah daerah berbukit dan dataran tinggi, atau sekitar 80% dari luas wilayahnya. Manokwari tergolong daerah beriklim basah, curah hujan disana cukup tinggi, rata-rata 2688 mm per tahun, hutan rata-rata 123 hari pertahun. Suhu antara 26 derajat selsiussamapi 32 derajat Celsius dan kelembaban rata-rat 84,7 % dan intesitas matahari 54,3 %

 

Manokwari diakui sebagai pintu gerbang masuknya Injil ketanah Papua. Tiap tahun dikota itu, khususnya pulau Mansinam, yang berada dalam lingkup kabupaten Manokwari, masyarakat dari berbagai penjuru Papua tumpah ruah ke tempat tersebut untuk merayakan masuknya Injil ketanah Papua. Itulah sebabnya julukan Kota Injil untuk Manokwari bukan sesuatu yang baru, karena telah melekat lama di benak orang Papua, walaupun formalisasi sebutan itu baru dikenakan ketika Dominggus Mandacan terpilih sebagai  Bupati Manokwari.

 



[1] Nama Papua berasal dari kata dalam bahasa Melayu, yaitu “pua-pua” yang berarti “rambut keriting” dan kemudiandisingkat Papua.Rainer Scheunemann (ed), Fajar Merekah Di Tanah Papua (Panitia Jubelium Emas 150 Tahun Papua), h.30.

[2] Provinsi Papua baru kembali ke pangkuan Ibu pertiwi pada tanggal 1 Mei 1963, itupun masih harus melewati Proses Penentuan Pendapat rakyat (Pepera) pada tahun 1969, meski papua adalah bagian yang tak terpisahkan dari apa yang dikenal dengan Indonesia Raya, sebagaimana dikemukakan oleh Blaskett. Enam hari sesudah Proklamasi kemerdekaan, tepatnya tanggal 23 Agustus 1945 , Presiden Soekarno Mengumandangkan kebijakan persatuan Indonesia, “Dari Sabang Sampai Merauke.”Lihat, Jacobus Perviddya Solossa, Otonomi Khusus Papua, Mengangkat Martabat Rakyat Papua di Dalam NKRI, (Jakarta: Sinar Haraapan), 2005, hal. 4.

[3] Demmy Antoh, Rekonstruksi & Transformasi Nasionalisme ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan), h. 2007

[4] Pemekaran Provinsi dan kabupaten di Tanah papua Barat adalah ancaman bagi orang-orang asli Papua, tetapi sebaliknya keuntungan dan peluang besar bagi orang-orang Indonesia (orang luar Papua). Socratez Sofyan oman, Pemusnahan Etnis Melanesia (Yogyakarta: galang Press), h. 435.


https://www.binsarhutabarat.com/2022/02/manokwari-gerbang-injil-ke-tanah-papua.html


No comments:

Post a Comment