facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Manokwari Kota Injil

Manokwari Kota Injil

  Manokwari Kota Injil

 

 





Sebutan Manokwari Kota Injil bukanlah sesuatu yang baru, masyarakat Manokwari, Papua umumnya telah mengenal sebutan tersebut meski belum diformalkan. Ini dapat dimengerti karena sebutan Manokwari Kota Injil itu terkait dengan peristiwa historis masuknya Injil ke tanah Papua. Apalagi, setiap tahunnya masyarakat Papua dari berbagai daerah pada tanggal 5 Februari tumpah ruah di Kota Manokwari, yang berpusat di  pulau Mansinam, untuk merayakan masuknya Injil ke tanah Papua. Secara formal sebutan Manokwari Kota Injil  itu baru diangkat setelah adanya otonomi khusus. Sebelumnya, Manokwari memiliki julukan kota buah, karena memang di kota itu banyak terdapat buah-buahan.

 

Sebutan Manowari Kota Injil dikaitkan dengan sejarah masuknya Injil ke Tanah Papua, sejarah melaporkan bahwa dua orang missionari Jerman, pada tanggal 5 Februari 1855, bernama Johann Gottlob Geissler dan Carl Wilhelm Ottow ketika pertama kalinya menjejakan kaki di pulau Mansinam, pulau yang berada di Kabupaten Manokwari, kedua missionary itu mengucapkan kata-kata penting yang sampai saat ini dipegang oleh masyarakat Kristen Papua, “Im Namen Gottes betreten wir dieses Land” “Dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini.[i]



[i] B. Dimara, dkk, Sejarah 52 Tahun GKI Sesudah 152 Tahun Zending di Mnsinam Tanah Papua (Jakarta: Yayasan Triton Papua), 2007.



https://www.binsarhutabarat.com/2022/02/manokwari-kota-injil.html

No comments:

Post a Comment