Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Setia Memberitakan Kebenaran





Setia Memberitakan Kebenaran

 

Matius 28:1-20, Matius 27:64-65

 

Lebih mudah menyebarkan kabar bohong atau kabar yang menyesatkan dibandingkan menyebarkan kabar yang benar. Meski kabar bohong akan tetap ada dalam dunia ini, tetapi suara kebenaran yang disampaikan melalui hidup yang benar akan mampu membongkar segala kebohongan. Karena itu, tetaplah setia memberitakan kebenaran.

Umat Kristen mengakui kebangkitan Kristus adalah fakta, murid-murid Yesus menjadi saksi kebangkitan Kristus. Bukan itu saja, karena imam-imam kepala kuatir murid-murid Yesus akan mencuri mayat Yesus dan kemudian mengabarkan kabar bohong bahwa Yesus telah bangkit, maka mereka menyiapkan pengawalan ketat atas kubur Yesus. Ada sepasukan tentara yang menjaga kubur Yesus, dan ada batu besar yang menutupi kubur Yesus, sehingga dua perempuan yang ingin mengunjungi kubur Yesus tidak mungkin menggulingkan batu besar yang menutup kubur Yesus untuk mencuri mayat Yesus, demikian juga dengan murid-murid Yesus.

 

Ketika Maria Magdalena da  maria yang lain mengunjungi kubur Yesus menjelang menyingsingnya pajar pada hari perta minggu itu, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk  di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaianya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.”  Peristiwa itu melaporkan bahwa dua orang perempuan dan para penjaga kubur Yesus merupakan saksi kebangkitan Yesus. Itulah sebabnya umat Kristen percaya bahwa kebangkitan Yesus adalah fakta atau berita yang benar.

 

Para imam kepala yang memimpin penyalipan Yesus sebaliknya menciptakan kabar bohong. Dengan memberi uang suap kepada tentara romawi yang menjaga kubur, imam kepala memerintahkan mereka untuk memberitakan kabar bohong, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kami sedang Tidur” kabar bohong itu tersiar dengan cepat diantara orang Yahudi pada waktu itu, bahkan cerita itu menyebar ke seluruh penjuru dunia.

 

Kabar bohong tentang murid-murid yang mencuri mayat Yesus tersebar dengan cepat meski tanpa bukti, sebaliknya kabar benar mengenai kabangkitan Yesus masih berkutat disekitar murid-murid Yesus. Perintah untuk mengabarkan peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus masih menunggu sampai Tuhan sendiri memperlengkapi murid-murid dengan kuasa Roh Kudus untuk memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus.

 

Menariknya, Yesus menekankan murid-murid untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan bukan sekadar memberitakan kabar benar untuk melawan kabar bohong yang sudah lebih dulu tersebar. Memberitakan kabar benar tidak menjamin akan melenyapkan kabar bohong, karena kabar bohong akan tetap ada sampai akhir dunia ini. Tapi orang-orang yang hidup dalam kebenaran dapat membongkar topeng kebohongan dan memberikan kesempatan untuk setiap orang mengikuti kabar benar.

 

Paskah adalah peristiwa penting, umat Kristen mendapatkan kemampuan hidup benar dalam kebergantungan dengan kuasa kebangkitan Kristus. Kuasa kebangkitan Kristus memampukan umat Kristen hidup benar dan memuliakan Tuhan.

 

Kabar bohong akan terus ada, tapi kuasa kebangkitan Kristus yang memampukan umat Kristen hidup benar mesti menjadi motivasi untuk terus memberitakan kebenaran. Bisa jadi kita akan mengalami seperti apa yang Yesus katakan, Apakah dengan memberitakan kebenaran aku menjadi musuhmu? 


https://www.binsarhutabarat.com/2022/03/setia-memberitakan-kebenaran.html

No comments:

Post a Comment