Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Transformasi Institut Agama Kristen Negeri

 



Transformasi Institut Agama Kristen Negeri 


Transformasi Institut  Agama Kristen Negeri (IAKN) menjadi universitas menjadi polemik. Pasalnya, sebagian mendukung agar IAKN bertranformasi menjadi Universitas Kristen Negeri seperti layaknya Universitas Islam Negeri untuk agama Islam, dan sebagian memberi dukungan untuk menjadi Universitas Tapanuli utara.


Polemik tersebut terlihat jelas dengan digelarnya Webinar dengan topik, Transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN): Menjadi Untara atau UKN? Pada Selasa, 27 April 2021 dengan penyelenggara DPP GAMKI yang dibanjiri pengunjung, bahkan penulis tidak dapat masuk webinar karena kapasitas yang terbatas.


Pembicara pada Webinar tersebut antara lain:


1. Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI)

2. Drs. Nikson Nababan, M.Si (Bupati Kab. Tapanuli Utara)

3. Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI)

4. Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Th (Rektor IAKN Tarutung)

5. Ir. Eka T.P. Simanjuntak, MM (Praktisi Pendidikan, Direktur Eksekutif Yayasan Nusantara Sejati)


Penulis akan mengkaji masalah tersebut dari dua perspektif, pertama dari sudut pandang kebijakan publik dalam hal ini terkait polemik Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, kedua dari sudut pandang kebutuhan masyarakat Sumatera Utara.


Kebijakan Pendidikan Keagamaan


Menurut saya Transformasi Institut Agama Kristen Negeri bila mengacu pada sudut pandang kebijakan publik lebih tepat bertranformasi menjadi Universitas Tapanuli Utara (Untara), yang secara khusus mendapatkan dukungan dari  Drs. Nikson Nababan, M.Si (Bupati Kab. Tapanuli Utara). 


Pendidikan Tinggi Kristen di indonesia saat ini masih belum memiliki kebijakan yang jelas. Setelah penolakan umat kristen terhadap Undang-Undang Pesantren dan pendidikan keagamaan yang kemudian menjadi UU Pesantren, kemudian dikeluarkan Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2019 tentang pendidikan Tinggi Keagamaan. Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam mengacu pada UU Pesantren, sedang untuk Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen tetap mengacu pada UU Pendidikan Tinggi tahun 2012. 


Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 pendidikan agama dan pendidikan keagamaan yang mengacu pada sisdiknas 2003, jelas tidak bisa menjadi naungan bagi PP nomor 46 tahun 2019, karena itu Pendidikan Tinggi keagamaan Kristen mengacu pada UU pendidikan Tinggi tahun 2012. Dengan hadirnya UU Pesantren, PP Nomor 55 Tahun 2007 jelas perlu mengalami perubahan.


 Berdasarkan kebijakan terkait pendidikan tinggi keagamaan Kristen yang telah saya jelaskan di atas, maka  jalan terbaik untuk IAKN adalah bertranformasi menjadi Universitas Tapanuli  Utara. 


Kebutuhan Masyarakat Sumatera utara


Transformasi IAKN menjadi Universitas Tapanuli Utara menurut saya lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Utara, apalagi itu juga mendapatkan dukungan dari segi kebijakan pendidikan tinggi yang lebih jelas. 


Program studi sebuah Universitas Kristen negeri sangat terbatas, dan yang perlu diperhatikan adalah Universitas Negeri Kristen berbeda dengan Universitas Negeri islam yang bisa mengaitkannya dari sudut pandang islam. Dalam perspektif Kristen tidak dikenal prodi ekonomi Kristen, prodi politik Kristen, bahkan Prodi Wisata Kristen juga tidak perlu ada, apalagi jika kita mengakui seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kebenaran ekonomi, kebenaran politik, masing-masing punya ranahnya sendiri.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, tamatan teologi IAKN belum bisa diterima dengan baik di gereja-gereja seperti HKBP, apalagi jika kita paham perkembangan kurikulum pendidikan tinggi Kristen, kita akan terperanjat karena Pendidikan Agama Kristen bisa berdiri sendiri dan tidak lagi mengacu pada teologi sebagai induk. 


Lebih lucu lagi, pada bebarapa Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen, tamatan prodi teologi dianggap tidak linier dengan PAK, Prodi MISI dan prodi lainnya yang harusnya mengacu pada prodi teologi, dan itu berarti semua prodi turunan dari prodi induk itu linier.


Transformasi IAKN menjadi UNTARA


Berdasarkan kajian saya dari perpektif kebijakan pendidikan tinggi keagamaan dan kebutuhan masyarakat Sumatera Utara, maka jelaslah pilihan yang lebih tepat bagi IAKN adalah menjadi Universitas Tapanuli Utara (UNTARA). 


Dr. Binsar Antoni Hutabarat

No comments:

Post a Comment