Tantangan dan Peluang Komnas Ham 2022-2027

Ut Omnes Unum Sint



Ut Omnes Unum Sint 

Supaya mereka semua menjadi satu


Supaya mereka semua menjadi satu adalah perintah Yesus kepada semua murid-muridNya.

Umat Kristen telah disatukan oleh Kristus dalam kematian Kristus. Dalam kematian Kristus semua orang dibenarkan, di dalam Kristus semua manusia tidak ada perbedaan.

Itualah sebabnya kita  senantiasa perlu berjuan memelihara kesatuan yang telah dianugerahkan Tuhan itu. Yesus yang satu itu mati untuk semua, dan semua kita yang berada dalam kristus perlu bergandengan tangan memuliakan yang satu, yaitu Yesus Kristus.

Persatuan umat Kristen perlu diwujudkan pada dasar yang benar, yaitu oleh karena Kristus yang menyatukan, maka seluruh umat Kristen, umat manusia perlu merawat persatuan sebagai sesama ciptaan Tuhan, dan sebagai anggota tubuh yang satu, yaitu tubuh Kristus.

Pada kenyataannya, umat Kristen menjadi satu bukan melulu karena karya  Roh Kudus, tetapi karena kekerasan, atau penyerangan bertubi-tubi yang diarahkan pada gereja. Apabila itu yang menjadi dasar mengapa umat Kristen menjadi satu, maka itu adalah kesatuan yang semu.

Pada masa gereja mula-mula, orang-orang Kristen enggan menyebar untuk kemudian memberitakan Injil. Berkumpulnya umat Kristen pada satu tempat (Yerusalem) telah mengakibatkan berkat Allah tak menyebar kepada bangsa-bangsa lain. Karena keegoisan umat kristen itulah Tuhan mengijinkan penganiayaan terjadi pada orang –orang Kristen, dengan maksud  agar orang-orang Krisetn menyebar dan memberitakan Injil. 

Ketika umat Kristen berkumpul, bukan berarti mereka menyatu, tidak produktifnya perkumpulan tersebut bisa menjadi pertanda, itu adalah persatuan yang semu. Berdiamnya umat Kristen di Yerusalem adalah persatuan yang semu, yakni berkumpul untuk menghindar dari ancaman dunia yang tak bersahabat.

Pada masa kini, persatuan yang semu diantara orang Kristen terlihat dalam perpindahan anggota gereja (organisasi gereja). Anggota jemaat yang pindah harus rela  menerima pembaptisan ulang. Itu mengindikasikan, cara-cara baptisan yang berbeda lebih utama dibandingkan pada atas nama siapa orang Kristen itu di baptis.

 Disini jelah terlihat meski kita menyatakan bahwa kita adalah satu, pada praktiknya kita tidak disatukan diatas nama kepala gereja, yaitu Yesus Kristus. Sebaliknya, denominasi gereja yang beragam itu  masih lebih mengutamakan institusi gereja (denominasi) dibandingkan Sang Kepala gereja. 

Kiranya kita dapat Kembali pada realitas kesatuan gereja yang sesuangguhnya, yaitu sebagai anggota tubuh kristus. Persatuan gereja ini dapat menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat dunia yang satu, yakni satu sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa.


https://www.binsarhutabarat.com/2022/03/ut-omnes-unum-sint.html



No comments:

Post a Comment