facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Ekonomi politik kepemimpinan AIDS di Negara-negara berkembang

Ekonomi politik kepemimpinan AIDS di Negara-negara berkembang

 



Ekonomi politik kepemimpinan AIDS di Negara-negara berkembang : sebuah analisis eksploratoris.

 

Penulis: Jacob Bor

 

Sejak awal epidemi global ini, AIDS dikenal sebagai suatu krisis politik yang harus diselesaikan secara politik. Pengalaman beberap egara-negara berkembang (Uganda, Senegal, Thailand dan Brazil) menunjukkan bahwa intervensi yang melibatkan pemerintahan nasional secara signifikan mampu menurunkan penyebaran HIV, memperpanjang harapan hidup dari orang-orang terinfeksi dan meminimalkan dampak yang besar bagi masyarakat.

Satu faktor yang selalu disebut sebagai faktor penting dalam kisah sukses tersebut adalah kepemimpinan politik yang kuat. Komitmen politik di negara-negara berkembang dalam menyikapi masalah AIDS masih belum seimbang dan bahkan sangat tidak mencukupi. Persoalannya adalah mengapa pemimpin di beberapa negara menjadikan AIDS sebagai sebuah prioritas pemerintahannya, sementara pemimpin-pemimpin Negara yang lain cenderung mengabaikan epidemi ini?

Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, artikel ini mencoba melihat apakah perbedaan dalam konteks ekonomi dan kelembagaan politik berpengaruh terhadap kesenjangan dalam komitmen politik di 54 negara berkembang. Berdasarkan analisis data yang tersedia, ada beberapa temuan yang menarik antara lain : kebebasan pers berkorelasi positif terhadap tingginya tingkat komitmen politik, pemimpin yang terpilih tidak lebih berkomitmen dari pada yang otokrat; pemimpin cenderung kurang responsif terhadap permasalahan HIV/AIDS manakala kesenjangan sosial masih tinggi; dan AIDS menjadi prioritas politik di Negara-negara dengan tingkat epidemi yang tinggi.

Secara umum bukti-bukti yang disajikan disini menunjukkan bahwa pemimpin politik terpengaruh oleh konteks ekonomi dan kelembagaan politik sehingga akan menentukan seberapa jauh pemimin tersebut memiliki kemampuan dan sekaligus memperoleh keuntungan politik dalam bertindak untuk menanggulangi epidemi AIDS di negaranya. ® 2006 Elsevier Ltd. All rights reserved.

Keywords: HIV; Politik; Kemepimpinan; Media; Governance; AIDS Program Effort Index

Social Science & Medicine 64 (2007) 1585–1599

 

Dipublikasikan: Social Science & Medicine , 64 (1585–1599), 2007

 https://www.binsarhutabarat.com/2022/05/ekonomi-politik-kepemimpinan-aids-di-negara-negara-berkembang.html


No comments:

Post a Comment