facebook-domain-verification=e9qbhu2sij9ezrnqbgiw8k4f00x69y BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: Kajian meta analisis

Kajian meta analisis

 


Intervensi Pengurangan Risiko Seksual Tidak Meningkatkan Frekuensi Perilaku Seksual secara keseluruhan: Kajian Meta Analisis dari 174 studi dengan 116,753 partisipan

 

Penulis: Natalie D. Smoak, PhD, Lori A.J. Scott-Sheldon, MA, Blair T. Johnson, PhD, Michael P. Carey, PhD, dan Tim Peneliti SHARP

 

Studi ini merupakan kajian meta analisis tentang pengaruh intervensi pengurangan risiko seksual di Amerika Serikat terhadap kesempatan hubungan seksual, jumlah pasangan seksual dan abstinen. Secara khusus review ini dilakukan untuk menilai apakah upaya pengurangan risiko dengan mempromosikan kondom akan meningkatkan frekuensi perilaku seksual. Data didasarkan pada 174 studi (206 intervensi, N=111,735 partisipan). Semua study yang direview menguji strategi penguranga risiko dan menggunakan disain kontrol dalam penelitiannya. Secara umum, intervensi pengurangan risiko HIV tidak meningkatkan atau menurunkan kesempatan seksual atau jumlah pasangan seksual. Partisipan dalam kelompok intervensi cenderung kurang aktif secara seksual dibandingkan dengan partisipan yang ada dalam kelompok kontrol. Dari hasil review tampak bahwa intervensi yang menjangkau orang-orang Amerika-Afrika cenderung lebih berhasil dalam pengurangan kesempatan seksual; intervensi yang lebih berhasil mengurangi jumlah pasangan seksual tampak pada intervensi pada kelompok lak-laki yang suka berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) atau orang-orang yang terlibat dalam perdagangan seks. Intervensi pada LSL cenderung lebih mengadopsi abstinen sebagai strategi pengurangan risiko. Intervensi yang menggunakan lebih banyak informasi, penguatan motivasi dan pelatihan ketrampilan juga cenderung untuk berhasil dalam upaya pengurangan risiko. Intervensi pengurangan risiko HIV secara keseluruhan tidak meningkatkan frekuensi kegiatan seksual. Untuk beberapa sub-kelompok, intervensi yang menggunakan berbagai komponen yang direkomendasikan oleh teori-teori ilmu perilaku tampak lebih mampu mengurangi frekuensi kejadian seksual dan pasangan seksual. Kata kunci: frekuensi seksual, meta-analysis, sintesis penelitian, intervensi pengurangan risiko HIV, jumlah pasangan, abstinen

 

Dipublikasikan: J Acquir Immune Defic Syndr , 41:374-384, 2006

 https://www.binsarhutabarat.com/2022/05/kajian-meta-analisis.html

No comments:

Post a Comment