} BINSAR HUTABARAT INSTITUTE: September 2022

Kebenaran agama tidak masuk akal?




Jika memang kebenaran agama itu tidak masuk akal, maka lebih tidak masuk akal lagi ketika kita memaksakan kebenaran yang kita yakini itu diterima tanpa akal oleh orang lain.

 Pernyataan kebenaran pada saat tertentu bisa tidak logis dalam arti, tak ada argumentasi sahih yang selaras dengan klaim kebenaran itu yang kita temukan.

Tetapi, apa yang belum kita temukan itu, tidak berarti tidak ada, hanya saja karena keterbatasan kita  tidak mampu menemukannya. Itulah sebanya pernyataan kebenaran menjadi tidak logis, karena memang belum ditemukan rumusan logis dari kebenaran itu.

Ketika kita berhasil menemukan data-data logis yang menghubungkan klaim kebenaran itu dengan bukti-bukti yang kita susun sebagai argumentasi, maka pernyataan kebenarab itu memiliki rumusan logis.

 Rumusan pernyataan kebenaran itu sejatinya masih perlu mengalami ujian, yaitu ujian dari para pemikiran lain. 

Usaha merumuskan kebenaran bersama tentu saja membutuhkan kerja sama semua pihak. Itulah sebabnya sebuah kebijakan publik tidak boleh dirumuskan oleh kelompok tertentu.

Rumusan kebenaran itu pun perlu mengalami ujian, yaitu ujian dari data yang ditemukan orang lain. Kalau begitu, mengapa kita sulit untuk berbeda, bukankah berbeda tidak identik dengan kompromi?


Dr. Binsar A, Hutabarat


https://www.binsarhutabarat.com/2022/09/kebenaran-agama-tidak-masuk-akal.html

Menulis Pengalaman itu penting!





Menulis Pengalaman itu penting!


Pertama kali mendengar perkataan, apa yang diucapkan akan lenyap, dan apa yang dituliskan akan abadi, perkataan itu langsung saja menyadarkan bahwa saya harus berlatih menulis dan terus menulis menjadi keharusan jika ingin mengabadikan jejak dan karya yang telah saya ukir.


Sejak itu, saya berjuang untuk terus menulis, untuk mewariskan jejak sejarah perjuangan, bukan sekadar jadi monumen, tapi menghadirkan temuan karya yang terus berkelanjutan. 

Sebuah monumen yang bisa jadi mercusuar untuk mengawasi hadirnya monumen-monumen baru tanpa henti.

Generasi Penerus

Jejak-jejak perjuangan, raihan bidang keilmuan kita itu perlu diketahui generasi penerus, agar jangan melangkah pada jejak yang sama, atau sekadar menikmati tenda tempat peristirahatan kita saat berpikir untuk berkarya lebih lanjut.

Generasi penerus itu perlu melanjutkan jejak-jejak yang merupakan kelanjutan perjuangan kita. jejak itu bisa berupa pengalaman hidup dalam keluarga, berelasi dengan sesama, tetapi khususnya terkait jejak perjuangan seorang ilmuwan. 

Teori dan pengembangan teori perlu untuk dapat melihat realitas lebih jelas, dari mana kita berada, mengapa kita ada pada kondisi dan situasi seperti saat ini, untuk kemudian melangkah maju mencapai Visi, Misi yang telah kita tetapkan.




Arti Hukum Tabur Tuai



Arti Hukum Tabur Tuai 


Menabur kejahatan akan menuai kejahatan, menuaikan kebaikan meski kadang tak melihat hasilnya pada sementara waktu, akan menuai kebaikan.


Tentang Pembalasan

Pembalasan adalah hak Tuhan, mengapa? Karena tak ada seorangpun yang adil, dan dapat membalas kesalahan yang diterimanya sesuai besar kesalahan itu.

Karena tak ada seorangpun yang adil dan dapat membalas kejahatan dengan adil, maka jelaslah maka Allah mengatakan Pembalasan adalah hal Tuhan.

 Pembalasan yang dilakukan oleh manusia, selalu saja tak bebas dari salah, itulah sebabnya pembalasan selalu saja menimbulkan pembalasan, jika sudah demikian konflik dan peperangan tidak akan pernah usai.

Jika melihat pemerintahan Allah pada Perjanjian Lama di Israel, disana pembalasan hanya dapat ditetapkan melalui pengadikan yang adil.

Pengadilan yang adil akan membuat kedua belah pihak menerima keputusan yang adil untuk penyelesaian sengketa. itulah sebabnya penegakkan hukum yang adil penting untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang damai.


Dr. Binsar Antoni Hutabarat

ingin tahu arti hukum tabur tuai?

silahkan klik link ini. Arti Hukum Tabur Tuai 

https://www.binsarhutabarat.com/2022/09/arti-hukum-tabur-tuai.html